Muhammadiyah & NU Bersatu Perangi Hoax

Sebaran hoax yang semakin masih juga mendapatkan perhatian dari dua organisasi besar di tanah air, yaitu Muhammadiyah dan NU. Kedua organisasi umat Islam tersebut sepakat untuk ikut serta memerangi hoax.

Dikutip dari Medcom.id, pada tanggal 23 Maret yang lalu PP Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) berpadu memerangi berita bohong atau hoaks. NU dan Muhammadiyah juga sepakat Indonesia adalah negara berasaskan Pancasila, bukan berasaskan agama.

Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj  mengatakan bahwa di era masa kini yang penuh dengan tantangan, era teknologi yang bisa membuat masyarakat bisa diadu domba dan terpengaruh hoaks fitnah. Oleh karena itu NU dan Muhammadiyah perlu merapatkan barisan.

Said mengatakan, silaturahmi antara NU dan Muhammadiyah untuk menyamakan persepsi dan langkah yang akan diambil oleh dua ormas tersebut untuk menegaskan pentingnya mengedepankan kebersamaan. Menurutnya, NU dan Muhammadiyah sepakat Indonesia adalah negara yang damai berlandaskan Pancasila. Bukan negara agama bukan negara suku. NU dan Muhammadiyah sudah sepakat dengan hal tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan komitmennya untuk memerangi hoaks dan ujaran kebencian. Ia menghimbau kepada seluruh warga NU dan Muhammadiyah bersama-sama membangun iklim dan suasana yang kondusif, suasana yang kondusif dalam kehiduapan kemasyarakatan dan keberagamaan di tengah era sosial media.

Menurut Haedar Nashir, era digital membutuhkan kehatian-hatian yang lebih. Mengingat bertebarannya pelbagai macam informasi hoaks, ujaran kebencian dan fitnah yang berpotensi mengganggu keutuhan bangsa.

Haedar juga menegaskan komitmen NU dan Muhammadiyah untuk menghadirkan narasi yang mencerahkan melalui ikhtiar-ikhtiar dalam bentuk penguatan dan peningkatan literasi digital sehingga terwujud masyarakat informatif yang berakhlakul karimah.

Sumber: Medcom ID