Polisi Belanda Tutup Situs Balas Dendam Porno

Polisi Belanda telah menutup sebuah situs yang menjadi hub terkenal untuk berbagi foto balas dendam porno, yaitu Anon-IB. Tiga warga Belanda telah ditangkap karena mencuri foto-foto intim yang kemudian mereka bagikan di situs tersebut. Server yang berisi data foto yang dicuri diambil-alih oleh polisi karena menyelidiki siapa yang telah mencuri foto-foto tersebut. Polisi mengatakan, setiap perempuan yang dapat diidentifikasi dari analisis data yang ditangkap akan diberitahu bahwa informasi mereka telah dicuri.

Anon-IB secara luas terlibat dalam peristiwa peretasan Celebgate 2014 yang memperlihatkan foto-foto tanpa busana lebih dari 100 selebriti yang bocor. Foto marinir perempuan asal Amerika Serikat dan anak di bawah umur yang juga tanpa busana juga diketahui disimpan dan diperdagangkan di situs tersebut. Sebelum ditutup, Anon-IB adalah salah satu dari 10.000 situs terpopuler di internet.

Dalam sebuah pernyataan, polisi Belanda mengatakan penyelidikan yang menyebabkan situs tersebut ditutup dimulai pada bulan Maret 2017. Penyelidikan tersebut dilakukan karena adanya keluhan seorang perempuan Belanda yang menemukan bahwa foto yang ia simpan di penyimpanan cloud-nya telah dicuri dan dibagikan secara online. Menurut polisi, pelaku yang dicurigai untuk peretasan ini adalah seorang pria berusia 31 tahun di Culemborg. Dia ditangkap karena meretas ke akun online dan mencuri foto bugil.

Analisis forensik berikutnya dari komputer dan telepon tersangka mengungkapkan  sejumlah besar foto korban dan perempuan lain. Pemeriksaan terhadap cache data menyebabkan polisi berhasil meringkus dua pria lain yang memiliki gambar intim yang dicuri dari ratusan perempuan. Kedua orang ini, satu berasal dari Groningen dan dan satunya lagi dari Heerlen, juga telah ditangkap. Polisi telah menyita data yang dicuri yang diyakini telah diperdagangkan dan meretas yang lain.

Para tersangka dapat memperoleh akses ke inboks email, akun media sosial dan tempat penyimpanan digital cloud. Penyimpanan cloud tersebut tidak diamankan dengan baik dan karena itu relatif mudah untuk diretas. Penyelidikan tersebut mengarahkan polisi ke server yang menyimpan foto-foto yang dicuri yang terletak di Belanda.

Sumber: BBC