Skandal Facebook Pengaruhi 87 Juta Pengguna

Facebook percaya bahwa data hingga 87 juta orang pengguna dibagikan secara tidak layak oleh Cambridge Analytica, sebuah badan yang bergerak dalam bidang konsultasi politik. Jumlah ini lebih banyak dari yang diungkapkan sebelumnya. Sekitar 1,1 juta di antaranya berbasis di Inggris. Angka keseluruhan sebelumnya diperkirakan sebanyak 50 juta pengguna oleh whistleblower Christopher Wylie.

Dalam sebuah konferensi pers, Mark Zuckerberg mengatakan bahwa sebelumnya ia berasumsi bahwa jika Facebook memberi orang alat (yaitu Facebook) adalah tanggung jawab mereka untuk memutuskan bagaimana menggunakannya. Namun dia menambahkan bahwa  hal tersebut salah karena membuatnya memiliki pandangan yang terbatas.

Ia menambahkan bahwa Facebook perlu mengambil pandangan yang lebih luas tentang tanggung jawab. Facebook tidak hanya membangun alat, tetapi Facebook harus bertanggung jawab penuh atas hasil dari cara orang menggunakan tersebut.

Zuckerberg juga mengumumkan audit internal telah menemukan masalah baru. Para pelaku jahat telah menyalahgunakan fitur yang memungkinkan pengguna mencari satu sama lain dengan mengetikkan alamat email atau nomor telepon ke dalam kotak pencarian Facebook. Akibatnya, banyak informasi profil publik orang telah dikeruk dan dicocokkan dengan rincian kontak, yang diperoleh dari tempat lain. Saat ini Facebook telah memblokir memblokir fasilitas tersebut.

Perkiraan baru tentang seberapa banyak data pengguna yang telah disalahgunakan diungkapkan di blog oleh chief technology officer Facebook Mike Schroepfer. Facebook memperkirakan bahwa sekitar 305.000 orang pengguna telah menginstal kuis This Is Your Digital Life yang telah memungkinkan pengambilan data. Angka yang disebutkan sebelumnya adalah 270.000 orang pengguna.

Sekitar 97% instalasi terjadi di AS. Namun, lebih dari 16 juta dari total jumlah pengguna yang terpengaruh dianggap berasal dari negara lain. Seorang juru bicara Kantor Komisi Informasi Inggris mengatakan bahwa mereka terus menilai dan mempertimbangkan bukti sebelum memutuskan langkah apa yang harus diambil menanggapi peristiwa tersebut.

Sumber: BBC