Zipline Uji Coba Pengiriman Darah dengan Drone

Perusahaan pengiriman dengan menggunakan Drone, Zipline telah merilis sebuah pesawat baru atau drone yang bisa melakukan hingga 500 pengiriman setiap hari. Pesawat baru ini dirancang untuk mengirimkan pasokan darah. Sebelumnya, Zipline mengoperasikan layanan komersial yang mengirim pasokan darah di Rwanda.

Drone baru tersebut memiliki berat 20kg dan dapat mengangkut 1,75kg kargo. Drone dapat menjatuhkan pengiriman ke area sekitar ukuran dua kali ruang parkir. Perusahaan Zipline kini telah diterapkan untuk mengambil bagian dalam uji coba yang diselenggarakan oleh Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA).

Pendiri Zipline, Keenan Wyrobek mengatakanbahwa pesawat baru, dengan rentang sayap 10m, dapat terbang lebih jauh daripada desain quad-copter yang lebih tradisional. Drone ini memiliki beberapa motor sehingga jika satu gagal berfungsi, drone masih dapat terus terbang. Drone memiliki kecepatan tertinggi 128 kilometer per jam (80mph) dan dapat melakukan perjalanan sepanjang 160 km.

Nantinya, suplai darah yang akan dikirimkan dengan menggunakan drone Zipline akan dikemas dalam kotak-kotak kecil yang menempel pada parasut kertas. Keller Rinaudo, chief executive Zipline, mengatakan bahwa Zipline telah mendesain ulang seluruh sistemnya, termasuk pusat distribusinya.

Sistem pesawat dan pusat distribusi baru yang diluncurkan akan membantu skala Zipline untuk memenuhi kebutuhan negara-negara di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat. Dengan adanya drone yang didesain untuk mengirimkan pasokan darah ini bisa mengatasi kendala yang sering dialami ketika mengirimkan darah ke daerah-daerah yang jauh dan memiliki medan yang sulit. Pasokan darah akan lebih cepat diterima dan bisa menyelamatkan banyak nyawa.

Sumber: BBC