Alat Pendeteksi Wajah yang Digunakan Polisi Sangat Tidak Akurat

Kelompok privasi Inggris telah mengkritik keakuratan sistem pengenalan wajah yang digunakan oleh polisi Inggris. Mereka telah menguji kamera pengenal wajah di acara-acara publik dalam upaya untuk menangkap penjahat yang diinginkan. Big Brother Watch mengatakan penyelidikannya menunjukkan bahwa teknologi tersebut berbahaya dan tidak akurat karena telah salah menandai tersangka dalam jumlah yang sangat banyak. Namun polisi membela penggunaan alat tersebut dan mengatakan perlindungan tambahan sudah ada.

Kamera pengenal wajah telah diujicobakan pada acara-acara seperti pertandingan sepak bola, festival dan parade. Kamera berdefinisi tinggi mendeteksi semua wajah dalam kerumunan dan membandingkannya dengan foto-foto yang sudah ada pada polisi seperti foto dari penangkapan sebelumnya. Setiap kesesuaian potensial ditandai petugas polisi untuk penyelidikan ebih lanjut.

Big Brother Watch mengajukan permintaan kebebasan informasi kepada setiap kepolisian di Inggris. Dua polisi mengakui bahwa mereka saat ini sedang menguji kamera pengenal wajah. Big Brother Watch mengatakan sistem polisi telah salah menandai ribuan orang yang tidak bersalah.

Polisi Metropolitan menggunakan pengenalan wajah di karnaval Notting Hill London pada tahun 2016 dan 2017 dan pada acara Minggu Remembrance. Sistemnya salah menandai 102 orang sebagai tersangka potensial dan tidak menyebabkan penangkapan.

Dalam angka yang diberikan kepada Big Brother Watch, Polisi South Wales mengatakan teknologinya telah membuat 2.685 kesesuaian antara Mei 2017 dan Maret 2018, tetapi sebanyak 2.451kesesuain adalah alarm palsu. Big Brother Watch juga mengemukakan kekhawatiran bahwa foto-foto alarm palsu tersebut terkadang disimpan oleh polisi selama berminggu-minggu.

Teknologi pengenalan wajah otomatis saat ini digunakan oleh pasukan polisi Inggris tanpa dasar hukum, pengawasan atau strategi pemerintah yang jelas. Big Brother Watch ingin polisi berhenti menggunakan teknologi pengenalan wajah. Pihaknya juga meminta pemerintah untuk memastikan bahwa polisi tidak menyimpan foto orang yang tidak bersalah.

Sumber: BBC