Facebook Ungkap Data Pelanggaran yang Terjadi di Platform Mereka

Facebook mengatakan bahwa mereka menghapus atau menambahkan peringatan ke sekitar 29 juta pos yang melanggar aturannya tentang ujaran kebencian, kekerasan grafis, terorisme dan seks, selama tiga bulan pertama tahun 2018. Data yang diungkapkan Facebook tersebut merupakan pertama kalinya yang merinci skala upaya untuk menegakkan aturannya.

Saat ini Facebook sedang mengembangkan alat kecerdasan buatan untuk mendukung pekerjaan 15.000 moderator manusia. Namun laporan itu menunjukkan perangkat lunak kesulitan untuk menemukan beberapa jenis pelanggaran. Sebagai contoh, algoritma Facebook hanya menandai 38% posting ujaran kebencian yang teridentifikasi selama periode tersebut, artinya 62% dari ujaran kebencian tersebut diselesaikan karena pengguna telah melaporkannya.

Sebaliknya, Facebook mengatakan alat-alatnya menemukan 99,5% propaganda yang terdeteksi yang diposting untuk mendukung ISIS, Al-Qaeda dan kelompok-kelompok afiliasi lainnya dan hanya menyisakan 0,5% untuk publik. Data juga mengungkapkan bahwa Facebook percaya bahwa penggunanya lebih mungkin mengalami kekerasan grafis dan adult nudity  melalui layanannya selama kuartal Januari-Maret 2018 dibandingkan tiga bulan sebelumnya.

Facebook juga mengatakan bahwa mereka memperkirakan sekitar 3% hingga 4% dari semua pengguna aktif di Facebook adalah palsu, dan mengatakan telah menghapus 583 juta akun palsu antara Januari dan Maret 2018. Data menunjukkan kekerasan grafis melonjak secara besar-besaran, naik 183% antara masing-masing dua periode waktu dalam laporan. Sebanyak 1,9 juta konten ekstremis telah dihapus antara Januari dan Maret 2018 , naik 73% pada kuartal sebelumnya.

Sumber: BBC