Kecepatan Internet Sebenarnya Jauh Lebih Lambat dari yang Diiklankan

Banyak rumah tangga di Inggris mendapatkan setengah dari kecepatan broadband yang mereka bayar. Menurut temuan, pelanggan pada layanan 38Mbps menerima kecepatan rata-rata 19Mbps. Temuan ini diambil dari 235.000 penggunaan alat pemeriksa kecepatan internet broadband. Mereka yang memiliki paket super cepat hingga 200Mbps rata-rata hanya dapat menerima kecepatan 52Mbps.

Di Inggris, mulai 23 Mei, penyedia layanan broadband tidak akan lagi dapat mengiklankan kecepatan “up to” kecuali jika kecepatan tersebut diterima oleh 50% pelanggan mereka pada jam sibuk. Perubahan dalam aturan ini merupakan berita baik bagi pelanggan yang terus-menerus dikecewakan oleh iklan yang tidak realistis dan kecepatan broadband yang tidak akan memenuhi harapan. Sebagaimana diketahui kecepatan dan keandalan layanan sangat penting bagi pelanggan.

CityFibre adalah salah satu dari segelintir penyedia layanan yang ingin adanya larangan bagi penyedia layanan menggunakan kata “fiber” dalam iklan jika koneksi yang mereka tawarkan sebagian bergantung pada koneksi tembaga dari jalan ke rumah. Pendiri dan chief executive Greg Mesch mengatakan bahwa meskipun ia menyambut baik aturan baru pada iklan kecepatan internet yang mulai berlaku, namun badan yang mengurus aturan tersebut belum cukup tegas untuk menghentikan penyesatan konsumen oleh iklan broadband.

Bila kita lihat masalah iklan kecepatan internet broadband ini bukan hanya di Inggris. Di Indonesia hal ini sudah hal yang sangat biasa terjadi di mana iklan menunjukkan kecepatan sekian tinggi, tetapi pada kenyataannya kecepatan broadband yang diterma pelanggan sangat rendah. Sering kita melihat iklan dari provider yang menunjukkan kecepatan tinggi koneksi yang dijanjikan, tetapi kecepatan sebenarnya yang dirasakan pengguna jauh dari angka tersebut. Sudah semestinya pemerintah memperhatikan hal ini.

Sumber: BBC