Situs Terkait Serangan Siber terhadap Bank Inggris Ditutup

Situs web yang terkait dengan lebih dari 4 juta serangan dunia maya di seluruh dunia, termasuk terhadap beberapa bank terbesar di Inggris, telah ditutup setelah operasi bersama yang dipimpin Inggris dan Belanda. Webstresser.org memiliki 136.000 pengguna terdaftar dan dapat disewa sekitar 10 dollar AS untuk meluncurkan serangan distributed denial of service (DDoS), di mana volume tinggi lalu lintas internet diluncurkan pada komputer target untuk menonaktifkannya.

Server situs tersebut disita pukul 11.30 pagi  hari Rabu minggu lalu di Belanda, AS dan Jerman, yang mengakibatkan penghapusan situs, setelah penyelidikan yang dipimpin oleh Badan Kejahatan Nasional Inggris (NCA) dan polisi nasional Belanda.

NCA mengatakan bahwa orang yang diduga anggota kelompok (situs tersebut) ditangkap hari Selasa di Skotlandia, Kanada dan Serbia. Polisi Kroasia mengatakan mereka telah menangkap seorang pria berusia 19 tahun yang menghadapi tuduhan tindakan kriminal terhadap sistem komputer. Operasi ini didukung oleh Europol dan Polisi Skotlandia, serta penegakan hukum di 11 negara lainnya.

Para petugas NCA juga menyerbu sebuah properti di Bradford. Tersangka pelaku yang ada di alamat tersebut menggunakan layanan Webstresser untuk menargetkan tujuh bank terbesar di Inggris dalam serangan pada November tahun lalu. Bank-bank, yang belum disebutkan oleh penyidik, dipaksa untuk mengurangi operasi mereka atau mematikan seluruh sistem, menimbulkan biaya yang sangat besar.

Jo Goodall, petugas investigasi senior di NCA, mengatakan bahwa situs web kriminal yang signifikan telah ditutup dan kelompok kejahatan canggih di belakangnya berhenti sebagai hasil dari penyelidikan internasional yang melibatkan lembaga penegak hukum dari 11 negara.  Individu dengan sedikit atau tanpa pengetahuan teknis dapat menggunakan layanan Webstresser untuk meluncurkan serangan cyber yang melumpuhkan di seluruh dunia. Target lain termasuk lembaga pemerintah dan pasukan polisi, serta korban di industri game.

 

Sumber: The Guardian