Tidal Dituduh Memanipulasi Data Beyonce dan Kanye West

Aplikasi streaming musik Tidal dituduh menggembungkan angka audiens untuk dua album, yaitu Limade oleh Beyonce, dan The Life of Pablo oleh Kanye West. Sebuah surat kabar berbahasa Norwegia mengklaim langkah tersebut akan menyebabkan Tidal membayar royalti yang tidak proporsional kepada perusahaan rekaman dua penyanyi tersebut dengan mengorbankan artis lain. Tidal sebagian dimiliki oleh Jay Z yang merupakan suami Beyonce dan teman lama Kanye West. Tidal membantah tuduhan tersebut.

Tidak mengatakan bahwa tuduhan tersebut adalah kampanye kotor dari sebuah publikasi yang merujuk kepada  chief operating officer Tidal, Lior Tibon. Lior Tibon dituduh  perwira intelijen Israel dan pemilik Tidal dituduh sebagai penjual narkoba.

Surat kabar, Dagens Naeringsliv (DN), melaporkan bahwa mereka tidak memiliki informasi untuk menunjukkan bahwa Beyonce atau Kanye West tahu seberapa besar audiens mereka yang dipalsukan. Mereka juga tidak ada bukti bahwa Jay Z sendiri sadar tentang angka-angka yang diubah. Akan tetapi pemimpin redaksi surat kabar tersebut mengatakan bahwa ada pernyataan yang telah dipublikasikan.

Sejak bulan Februari DN telah mencoba mendapatkan komentar dari Tidal. Mereka belum bersedia menjawab pertanyaan rinci tentang data yang dimanipulasi. Tidal memiliki hak streaming eksklusif untuk kedua album yang dipertanyakan ketika pertama kali diluncurkan. DN mengklaim telah memperoleh laporan royalti yang menunjukkan Tidal membayar Sony Music 2.5 juta dollar AS pada bulan April dan Mei 2016 karena pengguna Tidal mendengarkan lagu-lagu Lemonade.

Disebutkan juga bahwa Malmo, perusahaan yang berbasis di Swedia membayar 2 juta euro ke Universal Music pada bulan Februari dan Maret tahun yang sama untuk menutupi penggunanya memainkan lagu-lagu dari The Life of Pablo. DN mengklaim telah memperoleh hard drive yang berisi data ekstensif lebih lanjut dari sumber tanpa nama yang menunjukkan jumlah yang dibayarkan tersebut berlebihan.

Untuk mendukung klaimnya, DN menunjukkan penelitian dari para peneliti di Universitas Sains dan Teknologi Norwegia, yang telah mempublikasikan laporan mereka sendiri. Analisis para peneliti tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 320 juta pemutaran palsu untuk dua album yang memengaruhi lebih dari 1,7 juta akun pengguna.

Seorang juru bicara untuk universitas menambahkan bahwa para peneliti telah menggunakan metode analisis statistik canggih untuk mencapai kesimpulan tersebut. Namun ia tidak dapat, berdasarkan data yang diberikan kepadanya, menyebutkan sumber manipulasi. DN juga melaporkan bahwa mereka telah mengidentifikasi dan melacak beberapa pengguna Tidal dari log.

Sumber: BBC

Sumber Foto: Getty Images