Trio Penipu di Amazon Dijatuhi Hukuman Penjara

Tiga orang penipu dijatuhi hukuman masing-masing 71 bulan, 68 bulan, dan 24 bulan penjara atas penipuan yang mereka lakukan Amazon.com. Erin Finan, 38, tahun dan Leah Finan, 38 tahun, penduduk wilayah Muncie-Anderson di Indiana, sebelumnya mengaku bersalah atas penipuan surat federal dan pencucian uang, sedangkan Danijel Glumac, 29 tahun dari Indianapolis, mengaku bersalah atas pencucian uang dan pengumpulan produk yang dicuri.

Erin dan Leah Finan menurut dokumen pengadilan, berpartisipasi dalam skema untuk menipu Amazon dengan mengklaim bahwa barang pesanan rusak sehingga penggantian dapat diperoleh tanpa biaya melalui proses pengembalian di Amazon. Untuk melakukannya, mereka harus membuat ratusan identitas palsu yang mereka gunakan untuk menerima barang di berbagai toko pengiriman di sekitar Indiana.

Mereka kemudian menjual barang asli dan barang pengganti ke Glumac, yang pada gilirannya menjual barang yang diperoleh secara tidak sah. Lebih dari dua tahun, skema tersebut telah menjaring pendapatan senilai lebih dari 1,2 juta dollar AS dari penjualan barang curian, yang dibagi menjadi sekitar 750.000 dollar AS untuk Erin dan Leah Finan dan hampir 500.000 dollar AS untuk Glumac.

Glumac, menurut dokumen pengadilan akan membeli barang-barang dari Finan, menandai mereka, dan menjualnya kepada pembeli di New York yang kemudian akan menjualnya kepada publik, sering melalui Amazon.com. Antara tahun 2014 dan 2016, pemerintah mengatakan, lebih dari 2,700 barang elektronik konsumen diperoleh dan dijual oleh trio tersebut, termasuk Apple MacBooks, kamera GoPro, tablet Microsoft Surface dan Xbox, Samsung smartwatches dan produk elektronik lainnya.

Dalam sebuah pernyataan, Jaksa Amerika Serikat Josh Minkler mengatakan penipuan semacam ini membuat harga yang lebih tinggi untuk semua orang. Kantor jaksa Amerika berpendapat bahwa hukuman penjara hampir enam tahun untuk Finan adalah konsekuensi dari partisipasi mereka dalam penipuan lainnya seperti bouncing check , menyewa mobil dan rumah, tetapi tidak melakukan pembayaran dan mencuri perlengkapan softball yang disewa untuk menjualnya melalui grup Facebook di mana orangtua dari anak-anak yang terlibat dalam olahraga.

Sumber: The Register