Berita Palsu Kalahkan Berita Sebenarnya

Ketua Commons Digital, Culture, Media and Sport Committee Inggris mengatakan bahwa volume disinformasi di internet berkembang sangat besar sehingga mulai mengalahkan berita yang sebenarnya. Anggota parlemen Inggris, Damian Collins mengatakan orang-orang kesulitan ntuk mengidentifikasi berita palsu.

Anggota parlemen Inggris dalam laporan komite mereka mengatakan masalah ini mengancam demokrasi dan menyerukan regulasi jaringan sosial yang lebih ketat.

Pemerintah Inggris mengatakan akan memperkenalkan persyaratan untuk iklan pemilu agar bisa memiliki jejak digital. Hal ini berarti bahwa semua komunikasi politik yang dilakukan secara online harus secara jelas mengidentifikasi siapa yang menerbitkan. Partai Buruh mengatakan pemerintah Inggris perlu kesadaran untuk menghadapi tantangan baru yang dihadapi dan memperbarui undang-undang pemilu.

Arron Banks, pengusaha yang merupakan pendukung utama dari kampanye Leave.EU tidak resmi, menyumbangkan jutaan pound, dikritik karena menyesatkan komite terhadap urusan bisnisnya dengan Rusia dan karena gagal menunjukkan sumber uang. Anggota parlemen juga mempertimbangkan bukti dari seluruh dunia tentang bagaimana pemilu dapat dimanipulasi dan mendengar bagaimana agen-agen Rusia bekerja untuk memengaruhi suara dengan menjalankan iklan di Facebook. Hal ini terjadi sepengetahuan media sosial Facebook.

Itulah sebabnya komite parlemen Inggris merasa bahwa hal ini menjadi ancaman bagi demokrasi Inggris. Jika alat-alat ini sangat kuat, yang dapat menjangkau jutaan orang di seluruh dunia dengan satu sentuhan tombol, jika mereka dapat digunakan secara efektif untuk menyebarkan disinformasi tanpa sumber informasi yang pernah terungkap, seperti yang terlihat di kasus yang sudah terjadi, maka hal tersebut adalah ancaman yang harus dihadapi.

Sumber: BBC