Facebook Akui Bug Membuka Kembali Pengguna yang Sudah Diblok

Facebook telah mengakui kesalahan dalam jaringannya yang membuat pengguna yang telah diblokir menjadi tidak diblokir atau blokirnya dibuka untuk sementara waktu. Bug yang menurut Facebook menyebabkan hal tersebut terjadi diungkapkan oleh Facebook kemarin dan memengaruhi setidaknya 800.000 pengguna. Bug tersebut aktif antara 29 Mei hingga 5 Juni dan diterapkan ke Facebook dan aplikasi Messenger.

Facebook mengatakan akan menginformasikan mereka yang terpengaruh dengan pesan pop-up mulai pada hari Senin kemarin. Erin Egan dari Facebook mengatakan bahwa meskipun seseorang yang diblokir tidak dapat melihat konten yang dibagikan dengan teman-teman, tetapi mereka dapat melihat hal-hal yang diposting ke audiens yang lebih luas, misalnya gambar dibagikan kepada teman-teman dari teman.

Ia juga mengatakan bahwa Facebook tahu bahwa kemampuan untuk memblokir seseorang itu penting – dan Facebook ingin meminta maaf (atas apa yang terjadi).

Meskipun hanya memengaruhi persentase kecil dari 2,4 miliar pengguna Facebook di seluruh dunia, kesalahan ini membuat hak yang mengganggu bagi mereka yang menggunakan fitur pemblokiran sebagai metode pelarian diri dari platform Facebook. Misalnya mereka yang menjadi korban harassment di Facebook menggunakan fitur ini untuk memblok pelaku, namun kemudian pelaku ini dibukan kembali oleh bug Facebook tersebut.

Pengungkapan bug tersebut merupakan kesalahan lain yang menambah deretan kesalahan terkait privasi pengguna yang dialami Facebook dalam beberapa waktu terakhir yang dimulai oleh pengungkapan kasus Cambridge Analytica. Kesalahan yang terus terjadi ini membuat pengguna merasa terus diabaikan, sementara Facebook terus-menerus mengeksplorasi pengguna untuk pendapatan iklan.

Sumber: BBC