Facebook Berikan 61 Perusahaan Akses terhadap Data Pengguna

Facebook memberikan 61 bisnis termasuk Nike, Spotify, UPS, dan aplikasi kencan Hinge hak khusus untuk mengakses data pengguna setelah memblokir akses tersebut secara lebih luas. Dalam tanggapan tertulis kepada Kongres AS tentang operasinya, Facebook mengungkapkan bahwa mereka memberikan banyak ekstensi untuk mengakses profil publik pengguna serta beberapa data dari teman-teman mereka.

Facebook memperkenalkan panduan ketat untuk aplikasi pihak ketiga pada bulan April 2014 dan memberikan bisnis setahun untuk transisi ke aturan baru sebelum memaksakan kepatuhan kecuali untuk 61 perusahaan yang disebutkan dalam dokumen, 60 di antaranya menerima perpanjangan enam bulan. Satu aplikasi aksesibilitas, yaitu Serotek menerima perpanjangan delapan bulan. Perusahaan lain yang menerima ekstensi termasuk Snap, Panasonic, Oracle, AOL, dan Nissan.

Pengungkapan fakta ini kontras dengan pernyataan sebelumnya dari Facebook bahwa fungsi yang memungkinkan akses rinci seperti itu telah ditutup pada tahun 2014. Facebook telah berada di bawah pengawasan ketat setelah skandal data Cambridge Analytica dan telah ditekan untuk merilis rincian lebih lanjut tentang praktik bisnisnya.

Facebook mengatakan bahwa antara April 2014 dan April 2018, telah menolak lebih dari setengah dari aplikasi yang diajukan untuk ditinjau berdasarkan kebijakan barunya. Dalam pengungkapan terpisah, Facebook juga mengungkapkan telah memberikan hak istimewa kepada 52 perusahaan perangkat keras dan perangkat lunak lain untuk mengintegrasikan Facebook dan fitur Facebook ke dalam perangkat dan layanan, yang juga melibatkan akses ke beberapa data pengguna dasar.

Apple, Amazon, dan raksasa smartphone China Huawei berada di antara perusahaan-perusahaan dalam daftar tersebut yang memberi mereka izin untuk membangun versi Facebook di perangkat dan produk mereka. Namun, Facebook mengatakan sifat pekerjaan tersebut terbatas pada aplikasi atau produk yang disetujui Facebook dan integrasi semuanya telah disetujui oleh tim tekniknya dengan 38 dari 52 perusahan tersebut sudah dihentikan.

Sumber: The Guardian