Kominfo Blokir Tik Tok

Kementerian Kominfo akhirnya melakukan blokir terhadap aplikasi atau layanan yang tengah populer, yaitu Tik Tok. Dikutip dari CNN Indonesia, Kominfo memblokir Delapan Domain Name System (DNS) Tik Tok.  Pemblikiran dilakukan mulai siang hari Selasa (3/7) oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Selama sebulan terakhir, Kominfo telah mengawasi Tik Tok dan menerima laporan dari masyarakat sebanyak 2.853 laporan.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan bahwa pelanggaran yang dilakukan Tik Tok banyak sekali, yaitu di antaranya pornografi dan pelecehan agama. Ia menambahkan bahwa sebagai aplikasi media sosial yang user generated, Tik Tok seharusnya punya mekanisme bagaimana membuat standar konten dan bagaimana mencegah dan menyelesaikan apabila ada konten yang melanggar undang-undang kita. Menurutnya, Kominfo telah mengontak Tik Tok untuk meminta penjelasan, tapi belum ada balasan.

Menkominfo mengatakan bahwa Tik Tok akan terus diblokir sampai aplikasi dari China tersebut membersihkan konten-konten negatif yang ada dan menjamin untuk menjaganya.  Ia menambahkan, pihaknya juga sudah mengirimkan email kepada Tik Tok perihal pemblokiran tersebut namun belum dibalas.

Menurut BBC Indonesia, Tik Tok menyebut dirinya sebagai komunitas video 15 detik yang kreatif. Cara kerjanya sederhana, pengguna tinggal merekam video selama 15 detik dan menghiasinya dengan berbagai musik, filter, atau efek-efek seperti telinga kelinci, gambar hati, atau menyundul bola.

Sebelumnya ketika BBC Indonesia mencoba membuat video dengan aplikasi tersebut, filter telah terpasang otomatis ketika membuka fitur kamera. Dengan filter tersebut, wajah nampak lebih putih dan halus. Filter tersebut bisa saja dimatikan, atau diganti dengan banyak filter lainnya sesuai keinginan.

Video tersebut kemudian bisa dibagikan di dalam aplikasinya sendiri atau ke media sosial lain seperti Twitter dan Facebook. Tik Tok adalah bagian dari Bytedance Inc, perusahaan internet raksasa Cina yang juga jadi induk usaha Musical.ly. Di negara asalnya, Cina, Tik Tok dikenal dengan nama Douyin. Di Indonesia, Tik Tok resmi diluncurkan pada September 2017 dengan sebuah pesta peluncuran di Jakarta.

Sumber: CNN, Kompas dan BBC Indonesia

Sumber Foto: Kapan Lagi