Snooping yang Dilakukan GCHQ Melanggar Hukum

Sebuah badan yang mengawasi surveillance mengatakan bahwa sistem yang memungkinkan akses agen mata-mata GCHQ ke sejumlah besar data pribadi dari perusahaan-perusahaan telekomunikasi adalah melanggar hukum selama lebih dari satu dekade. The Investigatory Powers Tribunal mengatakan bahwa menteri luar negeri telah mendelegasikan kekuasaan tanpa pengawasan.

Namun demikian ditambahkan tidak ada bukti bahwa GCHQ telah menyalahgunakan sistem. Privasi Internasional mengkritik  cara  di mana data pribadi dibagikan. Kelompok ini membawa tantangan hukum dan pengacara Millie Graham Wood mengatakan terdapat bukti kuat bahwa sistem yang dibentuk untuk melindungi data pribadi cacat.

Di bawah aturan keamanan yang diperkenalkan setelah serangan pada 11 September 2001, menteri luar negeri Inggris memiliki kekuatan untuk mengarahkan GCHQ untuk mendapatkan data dari perusahaan telekomunikasi, dengan sedikit pengawasan atas apa yang kemudian mereka minta.

The Investigatory Powers Tribunal (IPT) dibentuk untuk menyelidiki keluhan tentang bagaimana data pribadi ditangani oleh badan publik, memutuskan bahwa sebagian besar petunjuk yang diberikan antara 2001 dan 2012 telah melanggar hukum. Tribunal mengkritik cara pemerintah menyerahkan permintaan ke GCHQ, sebagian karena penyedia telepon dan internet tidak akan berada dalam posisi untuk mempertanyakan lingkup persyaratan karena mereka tidak akan memiliki pengetahuan.

Seorang juru bicara pemerintah mengatakan bahwa pemerintah menyambut penilaian The Investigatory Powers Tribunal dan  bahwa kekuatan badan-badan keamanan dan intelijen proporsional dan mematuhi Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia.

Sumber: BBC