Ayo Dukung Gerakan Nasional Literasi Digital #SiBerkreasi

Literasi menjadi penting di tengah maraknya peredaran berita negatif dan hoax di sosial media. Hari ini, setelah bertemu Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) membahas konsep manajemen talenta, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengajak ICT Watch membahas pengembangan SDM melalui literasi media.

Hal yang dibicarakan Kepala Staf Presiden Moeldoko didampingi Deputi II Yanuar Nugroho terkait dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD). Ini langkah lanjut pertemuan dengan Gerakan Nasional Literasi Digital yang popular dengan tagar #SiBerkreasi. Gerakan ini mengajak masyarakat untuk lebih pandai berperilaku di sosial media. Solusi dari kegaduhan hoax dan banyaknya konten ilegal di media sosial.

ICT Watch merupakan organisasi masyarakat sipil yang fokus pada kolaborasi pembangunan kapasitas SDM. Bidang kerjanya meliputi kemampuan literasi digital, ekspresi online, dan tata kelola siber. Turut hadir dalam diskusi Tim Seberkreasi Adya Nisita, Tenaga Ahli Kemenkominfo Dedy Permadi, Tenaga Ahli Kemenkominfo Donny BU, ICT Watch Indriyatno Banyumurti, Tim Siberkreasi Ivana Maida.

Dedy Permadi menyampaikan tiga hal penting yang disasar. Pertama, siberkreasi sebagai sebuah gerakan nasional yang berpusat pada literasi digital. Kedua, gerakan ini berfokus pada brainware yakni pengelolaan aspek manusia dalam berinteraksi di media online. Terakhir, kegiatan ini merupakan edukasi agar masyarakat lebih banyak menciptakan konten positif dibandingkan menyebarkan kebencian melalui sosial media. “Menuju revolusi industry 4.0, kami mempersiapkan manusianya.” Tegas Dedy.

Deputi II Yanuar Nugroho menambahkan Kantor Staf Presiden memiliki newsroom yang berfokus mengelola berita-berita bohong, khususnya yang ditujukan kepada pemerintah. Yanuar berharap gerakan ini nantinya dapat bersinergi dengan pemerintah serta memberi implikasi positif mengurangi isu negatif yang beredar menjelang pesta demokrasi.

Sementara itu, Moeldoko berharap gerakan ini menjadi antisipasi pemerintah sebelum krisis terjadi. “Kekuatan dua jari bisa merusak semua,” ujar Moeldoko.

Lebih lanjut kecepatan media sosial menurutnya dapat menjadi risiko luar dan bisa merusak kehidupan sosial. Masyarakat diharapkan lebih waspada dan bijaksana dalam berinteraksi di media sosial.

Program Coordinator Indriyatno Banyumurti sangat berharap Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dapat berpartisipasi pada agenda Netizen Fair pada 2-4 November 2018 yang akan dihelat di Gelora Bung Karno.

Dalam kesempatan ini, Donny pun menyampaikan prestasi ICT Watch Indonesia sebagai pemenang WSIS Prize pada kategori Ethical Dimensions of the Information Society dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Swiss 12-16 Juni 2017 silam. Menanggapi hal itu, Moeldoko berpesan kepada ICT Watch terus berinovasi dan memberi sumbangsih kepada bangsa.

Sumber: KSP