Posting Meme di Rusia Bisa Masuk Penjara

Beberapa meme yang diposting online telah mengubah kehidupan Maria Motuznaya. Lelaki berusia 24 tahun dari kota Barnaul di Siberia tersebut kini menghadapi hukuman sampai enam tahun penjara karena serangkaian gambar canda yang dia posting ulang secara online, termasuk kerumunan biarawati yang menyalakan rokok dengan teks:

“quick, while there’s no God”

Meskipun kasus tersebut belum disidangkan, Motuznaya telah dimasukkan ke daftar ekstremis Rusia, bersama dengan tersangka teroris dan nasionalis sehingga menghalanginya melakukan transaksi keuangan atau bekerja untuk banyak perusahaan.

Motuznaya awalnya diam setelah dituduh ekstremisme dan menyinggung perasaan religius. Akan tetapi, suatu hari di bulan Juli, dia membaca sebuah cerita tentang penyiksaan di penjara, dan memutuskan untuk mengumumkan bahwa dirinya seorang ekstremis di Twitter.

Dia bukan satu-satunya pemuda Rusia di Barnaul yang terancam dipenjara karena mem-posting ulang. Tiga tersangka lainnya sedang berlangsung persidangannya, termasuk Daniil Markin, seorang mahasiswa berusia 19 tahun yang menghadapi hukuman penjara hingga lima tahun atas posnya di situs media sosial VKontakte. Salah satu postingannya adalah wajah karakter Game of Thrones di tempat Yesus dengan caption Jon Snow bangkit! Dia juga ada dalam daftar ekstremisme.

Tidak jelas mengapa polisi di Barnaul tiba-tiba tertarik untuk mengadili dugaan ekstremisme online, meskipun pengamat mengatakan bahwa hal itu mungkin karena ekstremisme mudah dibuktikan dengan data yang disediakan oleh jejaring sosial, dan polisi ingin meningkatkan jumlah penuntutan yang sukses. Mayoritas kasus datang melalui VKontakte yang dianggap terlalu mudah menyerahkan data pengguna kepada pihak berwenang. Perusahaan mengatakan tersebut mengatakan bahwa mereka secara hukum harus mematuhi permintaan tersebut.

Sebuah dewan Kremlin tentang hak asasi manusia mengatakan baru-baru ini bahwa penuntutan karena undang-undang ekstremisme telah meningkat empat kali lipat sejak 2011 dengan 604 orang dihukum pada tahun 2017. Salah satu alasannya adalah perang di Ukraina, tetapi penuntutan online adalah faktor penyumbang lainnya.

Alexander Verkhovsky, direktur Moscow’s Sova Centre yang memantau ekstremisme dan tindakan balasan pemerintah di Rusia, mengatakan bahwa kasus-kasus tersebut menjadi topik hangat ketika negara mempertimbangkan untuk kembali menerapkan undang-undang kontroversialnya, terutama undang-undang 282, karena menghasut kebencian. Pasal 148, tentang keyakinan agama yang menyinggung, juga diperdebatkan. Motuznaya disangka dengan kedua pasal tersebut.

Kasus-kasus kriminal telah menempatkan Vkontakte dan perusahaan induknya, Mail.Ru Group, dalam posisi yang sulit antara mengkritik penegakan hukum atau melindungi penggunanya dari polisi yang terlalu bersemangat.

Sumber: BBC