Google Hapus Iklan Layanan Esta

Google baru saja menghapus iklan Etsa  karena hasil penelusuran teratas di Google bukan untuk formulir aplikasi resmi, melainkan iklan berbayar untuk situs web komersial yang mengenakan biaya lima kali lebih banyak dari yang pemerintah.

Wisatawan reguler mengetahui hal ini telah berlangsung setidaknya sejak tahun 2010. Namun setelah investigasi yang dilakukan oleh BBC News, Google menghapus iklan tersebut meskipun hanya sebagian.

Pada tahun 2010, AS mulai menarik wisatawan Inggris untuk menggunakan Electronic System for Travel Authorisation (Esta) sebelum mereka berkunjung. Situs web resmi Esta dijalankan oleh Department for Homeland Security, AS, yang mengenakan biaya 14 dollar AS untuk setiap Esta. Akan tetapi ada banyak sekali situs yang mengenakan biaya lebih dari 80 dollar AS untuk aplikasi yang sama. Satu situs yang diiklankan di Google mengenakan biaya 99 dollar AS per Esta. Pengguna mungkin masih mendapatkan Esta mereka, tetapi harganya terlalu mahal dan Google menghasilkan uang dalam proses tersebut.

Situs-situs memberikan pembenaran terhadap harga yang mereka tawakan dengan jaminan dukungan 24/7 kepada siapa saja yang mengalami kesulitan untuk mengetikkan rincian mereka ke dalam formulir web.

BBC mengirimkan Google beberapa iklan yang muncul di bagian atas hasil pencarian untuk istilah seperti Esta dan visa AS. Google mengatakan iklan tersebut melanggar aturannya dan akan dihapus. Dalam sebuah pernyataan tertulis Google mengatakan bahwa mereka memiliki kebijakan yang mencegah iklan untuk produk atau layanan berbayar yang tersedia dari pemerintah atau sumber publik secara gratis atau dengan harga lebih rendah, kecuali mereka menawarkan nilai tambah yang jelas.

Namun setelah penghapusan, hasil penelusuran teratas masih berupa iklan untuk situs komersial sehingga BBC melaporkannya kembali ke Google. Google mengatakan iklan tersebut juga akan dihapus. Tampilan ketiga menemukan iklan untuk situs layanan masih tetap di bagian atas hasil pencarian Google termasuk salinan identik dari Google yang sebelumnya dikatakan telah melanggar aturannya.

Sumber: BBC

Sumber Foto: The Guardian