Iklan Manipulatif dan Mengganggu Merusak Aplikasi Anak-anak

Aplikasi populer untuk anak-anak muda, terutama yang tersedia di toko aplikasi Google dipenuhi oleh iklan yang mengalihkan perhatian mereka dari bermain, memanipulasi mereka untuk melakukan pembelian, dan mengekstrak data pribadi mereka.

Hal tersebut merupakan kesimpulan dari sebuah penelitian baru yang mendorong banyak kelompok advokasi anak untuk meminta pemerintah federal AS untuk menyelidiki produk-produk tersebut. Kelompok advokasi berpendapat bahwa banyak aplikasi melanggar Federal Trade Commission Act dengan menyamarkan iklan, memprogram karakter untuk memancing anak-anak menjadi pembelian atau menyesatkan orangtua agar berpikir bahwa permainan tersebut bersifat mendidik.

Josh Golin, executive director of the Campaign for a Commercial-Free Childhood mengatakan bahwa yang mereka harapkan adalah bahwa FTC bisa mendenda para pengembang aplikasi dengan denda yang setimpal untuk mengirimkan pesan yang jelas kepada industri aplikasi prasekolah. Kelompoknya dan 21 kelompok lainnya menandatangani surat yang dikirim ke FTC yang menguraikan keprihatinan mereka, sebagian besar didasarkan pada temuan penelitian baru.

Di televisi, iklan yang ditujukan untuk anak-anak harus mengikuti aturan tertentu. Penempatan produk tidak diizinkan, misalnya, dan tidak ada host selling, yaitu perilaku yang menampilkan karakter tertentu yang mendorong anak-anak untuk membeli sesuatu. Namun aturan tersebut, yang ditetapkan oleh Komisi Komunikasi Federal, tidak berlaku untuk internet.

Studi baru tersebut meneliti 135 aplikasi anak-anak, campuran dari aplikasi berbayar dan gratis di iOS dan Android, termasuk 96 aplikasi yang paling sering diunduh dalam kategori  Usia 5 Tahun ke Bawah di Google Play Store. Sekitar sepertiga dari aplikasi diberi label education. Sebagian besar aplikasi gratis telah diunduh masing-masing lebih dari 5 juta kali dan yang berbayar lebih dari 50.000 kali.

Hampir semua, tepatnya 88% aplikasi berbayar dan 100% aplikasi gratis mengandung setidaknya satu jenis iklan, seperti iklan pop-up, iklan banner, pembelian dalam aplikasi, dan karakter komersial.

Iklan banner terkadang menunjukkan konten yang tidak pantas untuk anak-anak, seperti iklan Health Living Today untuk 10 Bipolar Facts to Learn: Search Treatments. Iklan lain untuk aplikasi seperti Pocket Politics, game yang menampilkan kartun Presiden Trump ingin menekan tombol nukes dan FastLand, permainan menembak mobil. Kedua iklan aplikasi ini memutar video demonstrasi sebelum mereka dapat ditutup.

Salah satu contoh yang paling mengganggu adalah Doctor Kids, yang menunjukkan karakter menangis jika Anda tidak mengeklik pembelian dalam aplikasi. Sembilan dari aplikasi anak-anak berisi apa yang oleh para peneliti disebut sebagai iklan yang disamarkan yang dibuat agar terlihat seperti bagian dari game, tetapi menampilkan iklan video ketika diklik. Di aplikasi My Talking Tom, misalnya yang memiliki lebih dari 500 juta download anak-anak akan melihat hadiah yang drop-down dari langit. Jika mereka mengetuknya, mereka akan diminta untuk menonton video dan memenangkan sesuatu.

Dalam Builder Game yang  telah didwonlaod10 juta di Google Play, gelembung pops ads muncul di atas karakter yang memberi tahu anak apa yang harus dilakukan. Kadang-kadang, penelitian tersebut menemukan, gelembung tersebut mengarah ke permainan yang hanya bisa dimainkan setelah menonton iklan.

Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah banyak iklan manipulatif dan mengganggu oleh iklan yang mengalihkan perhatian anak-anak dari bermain, memanipulasi mereka untuk melakukan pembelian, dan mengekstrak data pribadi mereka.

Sumber: Buzz Feed

Sumber Foto: Malay Banks