Inggris Denda Facebook 500 Ribu Pound karena Gagal Melindungi Data Pengguna

Kantor Komisaris Informasi (ICO) Inggris telah menjatuhkan denda sebesar 500.000 pound kepada Facebook karena skandal Analytica Cambridge. Facebook dituduh mengizinkan pengembang pihak ketiga untuk mengakses informasi pengguna tanpa persetujuan yang memadai.

Pengumuman ICO tersebut mendukung keputusan awal pada bulan Juli. Denda yang tergolong kecil jika dibandingkan dengan pendapatan global Facebook tahun 2017 yang sebesar 40,7 miliar dollar AS adalah denda maksimum yang bisa dikenakan oleh regulator di bawah undang-undang perlindungan data lama.

ICO menemukan bahwa informasi pribadi dari setidaknya 1 juta pengguna Inggris adalah salah satu data yang dipanen dan akibatnya data pengguna tersebut berisiko disalahgunakan lebih lanjut. ICo juga memperingatkan Facebook bahwa mereka bisa menghadapi denda yang jauh lebih tinggi hingga 1,2 miliar pound di bawah peraturan baru. Investigasi menemukan bahwa Facebook gagal untuk menjaga informasi pribadi para penggunanya secara aman aman dan gagal melakukan pemeriksaan yang sesuai pada pengembang yang menggunakan platformnya.

Kegagalan berarti satu pengembang, Aleksandr Kogan, mampu meyakinkan 300.000 orang untuk menginstal aplikasi pengujian kepribadian yang bisa mengumpulkan data pengguna dan data teman-teman mereka, memungkinkannya untuk memanen profil hingga 87 juta orang di seluruh dunia tanpa sepengetahuan mereka.

Sebagian data kemudian dibagi dengan organisasi lain, termasuk SCL Group, perusahaan induk dari Cambridge Analytica yang terlibat dalam menjalankan iklan Facebook bertarget di kontes politik AS. Penyelidikan juga menyimpulkan, berdasarkan informasi yang diberikan oleh Facebook saat ini mereka tidak memiliki bukti data pengguna Inggris dibagikan dengan Cambridge Analytica. Namun, komisaris informasi mengatakan bahwa dalam setiap kejadian kurangnya kontrol berarti data penduduk Inggris memiliki risiko serius digunakan untuk kampanye politik bahkan jika ini tidak benar-benar terjadi.

Facebook bisa melakukan banding atas keputusan tersebut. Facebook mengatakan bahwa mereka sedang meninjau keputusan ICO.

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: The Verge