Media Sosial Gab Offline Setelah Penembakan di Pittsburgh

Media sosial yang jadi saingan Twitter, yaitu Gab dan digunakan oleh orang yang dituduh melakukan serangan senjata terhadap sinagog di AS terpaksa offline setelah beberapa layanan teknologi menarik dukungan kepada media sosial tersebut.

Gab menggambarkan dirinya sebagai pembela kebebasan berbicara dan berekspresi dengan hampir 800.000 pengguna. Gab telah menghadapi kritik di masa lalu karena menyediakan saluran bagi para tokoh sayap kanan dan konspirasi teori yang dilarang dari jejaring sosial lainnya.

Gab mengatakan bahwa mereka tidak memilik toleransi terhadap terorisme dan kekerasan. Namun, telah diakui bahwa akun terverifikasi yang rinciannya cocok dengan yang diduga pelaku penembakan di Tree of Life Synagogue aktif dalam layanannya.

Akun, yang didaftarkan atas nama Robert Bowers, telah memposting beberapa pesan anti-Semit di Gab. Dalam pembaruan terakhir sesaat sebelum serangan Pittsburgh ia memposting:

“Screw your optics, I’m going in,”

Gab mengatakan pihaknya siap dan bersedia bekerja dengan penegak hukum dan mencatat bahwa tersangka penembakan juga memiliki akun di jejaring sosial lain. Gab juga mengatakan aktivitas kriminal hadir di platform media sosial lainnya dalam volume tinggi. Secara khusus Gab mengkritik Twitter karena telah menjadi tuan rumah bagi postingan anti-Semit dan sel-sel ISIS dan menambahkan tidak ada yang menyerukan penutupan pesaingnya tersebut.

Meskipun demikian, beberapa perusahaan teknologi yang telah memutuskan hubungan mereka dengan Gab mengatakan mereka tidak nyaman dengan perilaku Gab. Di antara mereka adalah PayPal, yang melarang perusahaan menggunakan layanan transfer uang pada hari Sabtu yang lalu. PayPal dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa ketika sebuah situs secara eksplisit mengijinkan kebencian, kekerasan atau intoleransi diskriminatif, PayPal mengambil tindakan segera dan tegas.

Pendaftar domain internet GoDaddy juga menjelaskan mengapa mereka memberikan Gab waktu 24 jam untuk mencari penyedia lain. Juru bicara GoDaddy mengtakan bahwa menanggapi keluhan yang diterima selama akhir pekan, GoDaddy menyelidiki dan menemukan banyak contoh konten di situs yang mempromosikan dan mendorong kekerasan terhadap orang lain.

Gab telah melaporkan bahwa tiga perusahaan teknologi juga telah melarang atau menangguhkan layanannya terhadap Gab, yaitu  Joyent milik Samsung, yang menyediakan layanan hosting web,
Stripe, layanan pembayaran online, dan Medium platform blogging, yang digunakan Gab untuk mempublikasikan pernyataan tentang serangan di Tree of Life Synagogue. Selain itu, Gab telah mengisyaratkan bahwa Twitter mungkin akan segera memblokirnya.

Ini bukan pertama kalinya Gab berselisih dengan yang layanan lain. Apple dan Google telah melarang aplikasinya dari toko mereka dan Microsoft menghentikan hosting platform pada platform cloud computing Azure pada bulan September. Namun Gab mengatakan masih memiliki banyak pilihan, sumber daya dan dukungan untuk segera kembali online.

Sumber: BBC

Sumber Foto: Game Revolution