Pemegang Saham Facebook Ingin Turunkan Mark Zuckerberg

Beberapa hari yang lalu, beberapa perusahaan dana publik besar mengeluarkan pernyataan mendukung tekanan untuk menurunkan pendiri Facebook dari posisinya sebagai pimpinan dewan Facebook. Di tengah skandal yang tak terhitung jumlahnya dan harga saham yang terus menurun, upaya tersebut pasti akan berhasil di perusahaan lain. Namun apakah hal yang sama akan berlaku di Facebook?

Bendahara negara Rhode Island, Illinois, dan Pennsylvania bergabung dengan pengawas kota New York untuk menandatangani proposal yang dikeluarkan pertama kali oleh Trillium Asset Management pada bulan Juni yang lalu. Mereka ini mengontrol ratusan miliar dolar dalam investasi negara dan dana pensiun. Mereka meminta agar pemegang saham Facebook mempertimbangkan untuk mengganti Zuckerberg dengan seorang ketua independen. Dalam pernyataan tersebut mereka menyoroti fakta bahwa 59 persen perusahaan di S & P 1500 memisahkan peran CEO dan pimpinan dewan dalam rangka memberikan pengawasan independen yang sebenarnya terhadap tata kelola perusahaan. Mereka juga mengatakan bahwa pengawasan ini diperlukan karena Facebook telah salah dalam menangani sejumlah kontroversi yang berat.

Daftar skandal terbaru yang mereka sertakan sebagai bukti salah kelola Facebook adalah:

  1. Rusia “ikut campur dalam pemilihan AS” di Facebook.
  2. Berbagi data pribadi  87 juta pengguna yang kemudian menemukan jalannya ke Cambridge Analytica.
  3. Berbagi data dengan produsen perangkat, termasuk Huawei, yang telah diidentifikasi oleh intelijen AS  sebagai ancaman terhadap keamanan nasional.
  4. Berkembangnya berita palsum di Facebook.
  5. Penyebaran postingan di Facebook yang memicu kekerasan di Myanmar, India, dan Sudan Selatan.
  6. Depresi dan masalah kesehatan mental lainnya, termasuk stres dan kecanduan  yang mungkin dihasilkan dari menggunakan Facebook.
  7. Mengizinkan pengiklan mengecualikan etnis hitam, Hispanik, dan lainnya dari melihat iklan.

Selain dari beberapa kasus di atas, harga saham Facebook telah menurun sejak 25 Juli, jatuh dari posisi tertinggi sepanjang masa 217 dollar AS per saham ke 158 dollar AS per saham saat ini. Meskipun skandal perusahaan terbaru (termasuk pelanggaran data besar-besaran) mungkin ada hubungannya dengan kemerosotan tersebut, fakta bahwa Facebook kehabisan pengguna untuk dibawa sebagai pengguna baru dan pertumbuhan Facebook.

Sumber: Gizmodo

Sumber Foto: Reuters