Perangi Berita Palsu, Facebook Dirikan “War Room”

Facebook mempromosikan ruang perang atau war room baru sebagai bagian dari solusi untuk gangguan terhadap pemilu serta meluncurkan tim spesialis yang bekerja untuk menghentikan penyebaran misinformasi dan propaganda. Namun tidak jelas seberapa baik war rrom tersebut bekerja.

Facebook telah menghadapi pengawasan yang meningkat atas perannya dalam memperkuat konten politik berbahaya. Untuk itu mereka membuka pintu bagi wartawan untuk melakukan tur ruang kerja baru di markas Facebook di Menlo Park. Insinyur, ilmuwan data, penyelidik ancaman, dan pakar Facebook lainnya dari 20 tim baru-baru ini mulai berkolaborasi di dalam apa yang disebut ruang perang, sebuah istilah yang biasanya digunakan kampanye politik untuk menggambarkan pusat operasi.

Pengarahan pers memberikan sedikit informasi baru tentang strategi Facebook ketika untuk memberantas campur tangan asing dan berita palsu. Facebook secara terbuka menunjukkan bahwa mereka mengambil tindakan keras  atas penyalahgunaan dan skandal di platformnya. Termasuk pelanggaran data besar, penyelidikan pemerintah di seluruh dunia, tuduhan penipuan iklan baru, dan aliran berkelanjutan konten palsu yang viral dan perkataan yang mendorong kebencian.

Taruhan Facebook kali ini cukup tinggi karena AS mendekati pemilihan midterm yang penting pada bulan November dan pemilihan presiden pada tahun 2020. WhatsApp, layanan olahpesan yang dimiliki Facebook, juga telah dikaitkan dengan berita-berita palsu yang tersebar luas yang telah menyebabkan kekerasan dan penyerangan massal di India. Facebook juga mengurangi bahaya yang ditimbulkannya di Myanmar, di mana ledakan kebencian di media sosial telah berkontribusi pada kekerasan dan genosida. Kelompok-kelompok kebencian Amerika dan aktivis sayap kanan juga telah mengobrak-abrik situs tersebut.

Nathaniel Gleicher, kepala kebijakan keamanan siber Facebook mengatakan bahwa Facebook tidak memiliki bola kristal (yang bisa menyelesaikan setiap masalah). Facebook tidak akan dapat memprediksi setiap taktik, namun dengan membentuk semua tim di sebuah ruangan bersama akan membantu. Dia mengatakan Facebook telah melihat peningkatan dalam upaya interferensi di sekitar pemilu midterm, tetapi tidak memberikan angka spesifik.

Para eksekutif Facebook menguraikan berbagai taktik perusahaan, termasuk membuat iklan politik lebih transparan, pengurangan distribusi berita palsu, mendeteksi dan menghapus kampanye terkoordinasi oleh aktor jahat, mencegah spam dan akun palsu, dan meluncurkan upaya tanggapan cepat ketika informasi salah terkait pemilu meningkat. Sebelum pemilu midterm, Facebook juga telah mengadopsi praktik-praktik baru yang melarang misinformasi khusus untuk voting, seperti cerita palsu tentang antrian panjang voter atau persyaratan voting yang dapat menyebabkan tekanan terhadap pemilih.

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: Liputan6