Siap-siap, Tahun Depan WhatsApp ada Iklannya!

Facebook yang saat ini bergulat dengan peretasan akun Facebook yang mencapai 50 juta pengguna menegaskan bahwa iklan akan mulai muncul di fitur Status aplikasi WhatsApp pada tahun 2019. Fitur Status mirip dengan Stories di Instagram dan Facebook yang memungkinkan pengguna mengunggah foto dan video ala Snapchat yang dapat dilihat selama 24 jam. Facebook ingin menginterupsi beberapa Status ini dengan iklan pendek, meskipun detailnya belum jelas.

Sebagaimana diketahui, pendiri WhatsApp terkenal menentang iklan, dan mendukung pesan terenkripsi, dua alasan utama mengapa aplikasi ini menjadi sangat populer. Seorang juru bicara WhatsApp menegaskan bahwa perubahan ini akan terjadi tahun depan, tetapi mengatakan semua pesan akan tetap dienkripsi end-to-end.

Facebook membeli WhatsApp pada tahun 2014 seharga 22 miliar dollar AS yang menjadikannya salah satu akuisisi teknologi terbesar sepanjang masa. Akan tetapi co-founder Jan Koum dan Brian Acton tidak sepenuhnya menyadari rencana Facebook untuk WhatsApp dalam jangka panjang. Secara khusus, mereka tidak menyadari bahwa Facebook ingin mulai berbagi data di seluruh platform untuk membantu menargetkan iklan pada pengguna.

Tak lama setelah pembelian, Facebook mengubah persyaratan layanannya untuk memungkinkan berbagi data antara WhatsApp dan Facebook. Facebook akhirnya didenda sebesar 122 juta dollar AS oleh Uni Eropa karena menyesatkan regulator terkait pembelian WhatsApp.

Brian Acton mundur dari WhatsApp pada bulan September tahun lalu dan diikuti oleh Jan Koum pada April 2018, keduanya mengatakan adanya perbedaan dengan Facebook terkait WhatsApp. Mereka khawatir tentang visi pembuatan uang Facebook untuk WhatsApp. Kontrak pembelian WhatsApp memungkinkan mereka menjual saham mereka jika Facebook mencoba memonetisasi WhatsApp tanpa persetujuan mereka.

Brian Acton meninggalkan kontrak tersebut dan kehilangan uang sebesar 850 juta dollar AS di belakang. Dalam wawancara dengan Forbes, Brian mengatakan bahwa iklan yang ditargetkan adalah hal yang membuatnya tidak bahagia. Dia juga mengatakan bahwa ia telah menjual privasi pengguna WhatsApp untuk manfaat yang lebih besar.

Sumber: The Sun

Sumber Foto: Tekno Kepo