Amazon Diminta Berhenti untuk Jual Barang Bertema Soviet

Anggota Parlemen Eropa telah meminta CEO Amazon, Jeff Bezos, untuk berhenti menjual barang-barang bertema Soviet pada platform belanja online global karena menurut mereka hal tersebut menyinggung para korban rezim Soviet. Seruan kepada pria terkaya dunia itu muncul setelah raksasa ritel Amerika Walmart berjanji pada September untuk berhenti menjual pakaian dengan simbol palu dan arit Soviet menyusul keluhan serupa.

Dua puluh tujuh anggota parlemen, beberapa dari negara-negara blok timur sebelumnya, mengatakan mereka meminta penghentian penjualan barang dengan simbol palu dan arit yang mewakili Uni Soviet, di platform Amazon Inc. Surat itu mencakup antara lain barang-barang seperti T-shirt, kostum, bendera dan memorabilia.

Parlemen Eropa menunjukkan bahwa jumlah total korban Rezim Soviet diperkirakan lebih dari 60 juta orang, sementara Soviet juga mendeportasi lebih dari 10 juta orang ke kamp-kamp di Siberia di mana mereka mengalami kondisi kehidupan yang tidak manusiawi, kerja paksa, kelaparan dan kekerasan fisik.

Surat anggota parlemen Eropa tersebut juga mengatakab bahwa aksi berdarah, teror dan ketidakmanusiawian rezim Soviet memengaruhi hampir setiap keluarga di negara-negara yang sebelumnya diduduki dan konsekuensi tragis dari tindakan tersebut dirasakan hingga hari ini.

Amazon menjual kaos merah bertuliskan simbol palu dan arit kuning di atas judul CCCP yang berarti Uni Soviet dalam alfabet Cyrillic mirip dengan barang dagangan yang telah ditawarkan oleh Walmart. Para anggota parlemen juga mengatakan mereka mendukung keputusan pembuat peralatan olahraga Jerman Adidas untuk menghentikan menjual pakaian dengan simbol Soviet pada bulan Mei.

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: Amazon