Google Dituduh Meruntuhkan Kepercayaan Karena Ambil Alih Aplikasi Kesehatan

Streams, sebuah Aaplikasi kesehatan yang kontroversial yang dikembangkan oleh firma kecerdasan buatan DeepMind akan diambil alih oleh Google. Streams pertama kali digunakan untuk mengirim peringatan di rumah sakit London, tetapi menjadi berita utama karena mengumpulkan data sebanyak 1,6 juta pasien tanpa memberi tahu mereka. DeepMind menginginkan aplikasi tersebut menjadi asisten AI untuk perawat dan dokter di seluruh dunia.

Seorang pakar menggambarkan langkah tersebut sebagai meruntuhkan kepercayaan. Kabar bahwa Streams akan bergabung dengan Google diumumkan di blog DeepMind. Dalam postingan blog tersebut dinyatakan bahwa visi DeepMind Streams saat ini adalah menjadi asisten yang didukung AI untuk perawat dan dokter di mana-mana yang menggabungkan algoritma terbaik dengan desain intuitif semuanya didukung oleh bukti yang ketat. Tim yang bekerja di Google, bersama rekan-rekan brilian dari seluruh DeepMind akan membantu mewujudkan visi tersebut.

Bukan hanya Streams yang akan terpengaruh. Divisi Kesehatan DeepMind yang kini memiliki kemitraan dengan 10 rumah sakit NHS untuk memproses data medis, juga akan jatuh di bawah kendali Google Health yang berbasis di California.

Ahli hukum dan privasi Julia Powles yang telah mengikuti perkembangan Streams memberikan tanggapan terhadap langkah tersebut. Menurutnya DeepMind berulang kali, berjanji tanpa syarat untuk tidak pernah menghubungkan data kesehatan yang intim dan dapat diidentifikasi kepada Google. Namun sekarang berubah. Ini bukan transparansi, melainkan penghancuran kepercayaan.

Sebagai tanggapan, DeepMind mengatakan kepada BBC bahwa data pasien tetap di bawah kendali ketat mitra NHS dan semua keputusan tentang penggunaannya akan terus berada di tangan mereka. Langkah ke Google tidak memengaruhi hal tersebut.

Streams dimulai sebagai kolaborasi dengan Royal Free Hospital di London untuk membantu dalam manajemen cedera ginjal akut. Dokter mendekati DeepMind yang dimiliki Google untuk membantu mengembangkan perangkat lunak untuk membantu menemukan dan memperingatkan dokter tentang pasien yang berisiko. Awalnya tidak menggunakan kecerdasan buatan, tetapi menarik pujian dari para dokter dan perawat yang menggunakannya karena waktu itu menyelamatkan mereka dalam mendiagnosis dan mengobati pasien.

Sumber: BBC

Sumber Foto: Flickr