Kemkominfo: Tak Usah Bayar Utang ke Fintech Ilegal

Saat ini sangat banyak perusahaan keuangan yang berbasiskan teknologi untuk menyalurkan pinjaman ke berbagai nasabah. Perusahaan ini umumnya disebut Fintech. Namun tak sedikit dari Finteh tersebut ilegal atau bertentangan dengan hukum. Sayangnya sudah sangat banyak masyarakat yang terjerat Fintech ilegal ini.

Dikutip dari Kontan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, masyarakat yang meminjam uang melalui fintech ilegal tidak perlu mengembalikan pinjaman mereka. Alasannya, perusahaan fintech tersebut ilegal atau tidak sah secara hukum.

Oleh karena ilegal, kegiatan maupun kesepakatan yang dijalankan perusahaan tersebut juga ilegal sehingga pihak pemberi pinjaman tidak resmi pinjamannya tidak perlu dikembalikan  karena  ilegal.

Semuel juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan fintech ilegal yang mereka ketahui ataupun merugikan mereka ke pihak berwenang, seperti Kemkominfo, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kepolisian.

Peran masyarakat untuk berani melaporkan fintech ilegal, menurut Semmy, akan membuat pelaku bisnis ilegal itu jera. Kemudian, kalau pihak tersebut memang ingin berbisnis secara berkelanjutan, maka mereka akan mendaftarkan diri dan mengurus izin ke OJK.

Semmy juga menyarankan masyarakat untuk mengecek terlebih dahulu fintech yang terdaftar di OJK. Sejauh ini, ada 73 fintech sudah masuk daftar. Apabila nama fintech tidak ada dalam daftar OJK, maka lebih baik beralih ke yang sudah terdaftar.

Sumber : Kontan

Sumber Foto: The Register