Pangeran William Kritik Perusahaan Media Sosial

Duke of Cambridge telah menuduh perusahaan media sosial tidak cukup proaktif melakukan usaha terkait dengan berita palsu, masalah privasi dan cyber-bullying. Dalam pidato yang diberikan di BBC, Pangeran William mengatakan media sosial telah memungkinkan misinformasi dan konspirasi untuk mengotori ruang publik. Menurut Pangeran William, citra diri perusahaan media sosial yang positif begitu kuat sehingga mereka tampaknya tidak dapat terlibat dalam diskusi konstruktif tentang masalah-masalah sosial yang mereka ciptakan.

Dalam pidatonya ia mengatakan bahwa alat-alat yang digunakan untuk memberi selamat satu sama lain dalam pencapaian keberhasilan juga dapat digunakan untuk menormalisasi pidato yang dipenuhi dengan kepahitan dan kebencian. Situs-situs yang digunakan untuk tetap terhubung dapat menciptakan perasaan kesepian dan ketidakmampuan yang mendalam.

Pangeran mengatakan perusahaan-perusahaan teknologi memiliki banyak hal untuk dipelajari tentang tanggung jawab. Perusahaan media sosial telah berbuat lebih banyak untuk menghubungkan dunia daripada yang pernah dicapai dalam sejarah manusia. Namun keterhubungan satu sama laintersebut menghadapi konsekuensi yang tidak diinginkan.

BBC menempatkan kecaman Pangeran William tersebut kepada kepala eksekutif Facebook, Mark Zuckerberg. Dia mengatakan bagian dari tantangan tersebut adalah mencari tahu bagaimana menyeimbangkan privasi yang diinginkan pengguna terhadap keinginan untuk berbuat lebih banyak untuk menindak perilaku buruk.

Eksekutif lain menambahkan bahwa Facebook menggunakan kecerdasan buatan untuk membasmi perilaku yang tidak dapat diterima, tetapi lebih sulit untuk mengidentifikasi kasus-kasus cyber-bullying daripada masalah lain karena sifat pesan yang terlibat sangat pribadi.

Hal ini merupakan dari pertama kalinya The Duke dan Duchess of Cambridge telah berbicara tentang cyber-bullying secra panjang lebar. Mereka meluncurkan gugus tugas untuk mengatasi masalah tersebut pada Juni 2016, yang melibatkan Facebook, Snapchat, dan Google di antara yang lainnya.

Sumber: BBC

Sumber Foto: BBC