Peran YouTube Trusted Flagger dalam Membersihkan YouTube ( Bagian 1 dan 2 Tulisan)

Setiap layanan di internet memiliki Terms of Service atau biasa disebut TOS. Facebook, Twitter, Google dan banyak lainnya selalu meminta pengguna untuk terlebih dahulu membaca TOS tersebut sebelum mengklik YES dan menggunakan layanan mereka. Khusus untuk YouTube, YouTube memiliki Community Guide Lines (CGL), yaitu sebuah panduan bagi creator dalam menggunakan layanan YouTube. Dalam CGL ini diatur video mana saja yang boleh dan tidak boleh diupload pengguna.

Dalam perjalanannya, CGL memandu pengguna YouTube dan menjadi garis batas terhadap boleh atau tidak bolehnya suatu konten video tertentu diupload ke layanan YouTube. Misalnya video kekerasan berupa perkelahian terbuka, baik menggunakan senjata atau tidak, video orang bunuh diri, video bullying dan video yang mengagungkan aksi terorisme.

Sayangnya meskipun CGL ada, masih sangat banyak video yang bertentangan dengan CGL itu sendiri. Saat ini hanya YouTube yang menjadi layanan hosting video yang paling bagus dan kemungkinan meraih pendapatan lebih terbuka sehingga pengguna berlomba-lomba upload video demi view tanpa memperhitungkan CGL. Akibatnya sangat banyak video yang melanggar CGL, contohnya sangat banyak video orang bunuh diri, bullying, orang berkelahi atau bahkan konten video pelecehan anak. Hal ini sangat mengkhawatirkan sehingga butuh sebuah tindakan yang bisa mendeteksi video tersebut dan menandainya sehingga bisa dihapus oleh YouTube.

Terlebih dengan arus informasi yang sangat deras saat ini, di mana berita hoax bisa menyebar dengan sangat cepat. Bahayanya adalah apabila berita tersebut berbentuk audio visual seperti video YouTube dampaknya akan lebih besar lagi terhadap masyarakat. Perlu orang-orang tertentu yang bisa menandai video yang melanggar CGL dan melaporkannya ke YouTube dan kemudian dihapus.

Demikianlah pada pertengahan Februari 2018 yang lalu, ICT Watch secara resmi menjadi Trusted Flagger di YouTube bersama beberapa lembaga lain yang memiliki concern yang sama, yaitu menjadikan layanan YouTube layanan yang jauh dari konten seperti perkelahian, pelecehan anak, seks dan konten melanggar lainnya.

Google juga memberikan perhatian yang sangat serius kepada Trusted Flagger ini. Tidak lama setelah dibentuknya tim Trusted Flagger Indonesia, Google mengundang para Trusted Flagger ke kantor Google di Singapura untuk mengenal lebih jauh cara kerja Trusted Flagger dan mengenalkan komunitas Trusted Flagger dari berbagai negara seperti India, Pakistan, Korea Selatan dan banyak lainnya.

Tugas utama Trusted Flagger adalah menandai video yang melanggar CGL YouTube dan melaporkannya ke YouTube untuk dihapus dalam waktu 24 jam atau kurang. Sebenarnya pengguna YouTube secara mandiri juga bisa melaporkan konten video yang melanggar ke YouTube, namun prioritas untuk dihapus berada di bawah Trusted Flagger sehingga keberadaan Trusted Flagger menjadi sangat penting.

Khusus ICT Watch, ICT Watch memiliki tim Trusted Flagger berjumlah 4 orang yang bekerja bergantian untuk menandai video di YouTube dalam 6 hari seminggu. Tugas yang cukup berat karena sedemikian banyak video yang melanggar CGL yang harus ditandai.

Dalam satu bulan tertentu sekitar 200-an lebih video yang ditandai (bahkan bisa 400-an video) dan sebagian besar dihapus oleh YouTube. Perlu diketahui bahwa flagger dari Indonesia merupakan flagger dengan tingkat keakuratan yang tertinggi di YouTube.

Beberapa peristiwa penting di mana Trusted Flagger ikut berkontribusi dalam membuat suasana lebih aman dan tenangĀ  adalah isu penyerangan kyai oleh oknum yang dituduh PKI dan pengeroyokan fans Persija Jakarta yang mana videonya mengalir liar di YouTube. Video-video tersebut secara gamblang memperlihatkan aksi kekerasan dan penyerangan yang kejam yang bisa membuat shock penonton dan bahkan mungkin bisa memicu aksi balasan.

Khusus video serangan terhadap kyai yang dilakukan oleh oknum yang dituduh PKI juga menyita banyak perhatian karena videonya banyak dibagikan di YouTube. Ciri-ciri video tersebut antara lain tak menunjukkan serangan yang dilakukan, namun hanya menganiaya orang yang dituduh sebagai PKI. Video tersebut menunjukkan orang-orang yang mungkin saja tidak sehat secara mental dianiaya hanya karena dituduh akan melakukan serangan terhadap kyai tertentu yang umumnya terjadi di Bogor, Banten dan beberapa daerah lain di Jawa Barat.

Penandaan video seperti ini penting agar informasi yang ada di video tersebut menjadi sulit diakses (jika dijadikan age restricted) atau bahkan tidak bisa diakses sama sekali karena sudah dihapus. Dengan tidak adanya rumor atau informasi yang tidak jelas yang bisa diakses publik, publik akan terbebas dari prasangkan dan tidak mudah lagi dipicu emosinya oleh konten video yang tak jelas.

Video lain yang ditandai adalah video hoax. Meskipun agak sulit, video seperti ini tetap menjadi perhatian trusted flagger. Video hoax ini sendiri tidak ada klasifikasinya dalam CGL sehingga Trusted Flagger menumpangkan penandaannya ke kategori yang lain. Salah satu video yang cukup menjadi perhatian adalah video hoax latihan PKI yang sebenarnya merupakan latihan orang-orang komunis Piliphina.

(bersambung ke bagian ke-2)

Sumber Foto: The Telegraph