Sistem Pencocokan Wajah Berisiko Timbulkan Chilling Effect terhadap Kebebasan

Kelompok hak-hak sipil telah memperingatkan bahwa sistem yang luas dan kuat yang memungkinkan pencocokan wajah real-time dengan wajah warga negara berisiko menimbulkan efek yang mengerikan. Teknologi yang dikenal dengan sebuatn Capability tersebut mengumpulkan dan memunculkan citra wajah dari berbagai sumber pemerintah negara bagian dan federal, termasuk lisensi, paspor, dan lisensi pengemudi. Informasi biometrik kemudian dapat dibandingkan secara real time dengan sumber lain, seperti rekaman CCTV untuk mencocokkan identitas.

Sistem tersebut, yang terutama dikendalikan oleh Department of Home Affairs Australia dan dirancang untuk memberi badan intelijen dan keamanan alat yang kuat untuk mencegah kejahatan identitas dan dengan cepat mengidentifikasi para tersangka teror dan kejahatan.

Namun hal tersebut telah menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan akademisi, kelompok hak asasi manusia, dan pakar privasi. Sistem ini menyapu dan memproses informasi biometrik sensitif warga tanpa menghiraukan apakah mereka telah melakukan atau dicurigai melakukan pelanggaran.

Kritik telah memperingatkan erosi privasi yang sangat substansial dan potensi penggunaan sistem untuk pengawasan umum massal. Ada juga kekhawatiran tentang tingkat akses yang diberikan kepada perusahaan swasta dan kalimat longgar dalam legislasi yang dapat memungkinkannya digunakan untuk tujuan selain terkait dengan terorisme atau kejahatan serius.

Negara-negara bagian menyetujui konsep tersebut pada pertemuan Dewan Pemerintah Australia tahun lalu, meskipun belum disahkan oleh parlemen federal. New South Wales adalah salah satu negara bagian yang mendukung Capability dan membuat undang-undang untuk mengizinkan lisensi pengemudi negara untuk dibagikan dengan negara persemakmuran dan menginvestasikan 52,6 juta dollar AS selama empat tahun untuk memfasilitasi peluncurannya.

Sebuah penyelidikan parlemen NSW mendengar kekhawatiran bahwa sistem itu dapat memiliki efek yang mengerikan pada diskusi politik, protes dan perbedaan pendapat sipil. Wakil presiden NSW Council for Civil Liberties, Lesley Lynch, mengatakan kemampuan sistem untuk melakukan pencocokan identitas real time menjadikannya taruhan besar. Dia mengatakan teknologi tersebut bisa memungkinkan pengawasan umum massal terhadap masyarakat, termasuk selama pertemuan besar, seperti demontrasi.

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: The Register