Staf Toko Handphone Bisa Lakukan SIM Swap Scam

Watchdog Live Inggris menemukan fakta bahwa staf di toko-toko ponsel telah menjadi kunci pelaksanaan penipuan SIM swap. Seseorang yang menyamar untuk mengungkapkan kasus tersebut menemukan bahwa karyawan O2 dan Vodafone memindahtangankan penggantian SIM Card kepada penjahat potensial. Setelah penjahat tersebut mendapatkan kendali nomor ponsel, mereka dapat mencegat pesan teks SMS dari bank yang berisi kode keamanan. Scammers telah menguras ribuan poundsterling dari rekening bank para korban.

O2 mengatakan bahwa saat ini mereka hanya meminta foto tanda pengenal ketika mengganti SIM pada kontrak bulanan dan pelanggan pada kontrak Pay As You Go akan selalu menerima kode otorisasi yang memperingatkan mereka bahwa seseorang sedang mencoba mengakses nomor mereka.

Namun, hal tersebut tidak terjadi terhadap salah satu nomor yang digunakan oleh tim Watchdog Live, yang dapat keluar dari kontrak dengan SIM pengganti di hampir setiap kasus. O2 mengatakan mereka telah mengirimkan kode otorisasi, tetapi tidak diterima oleh smartphone korban.

Vodafone mengatakan bahwa mereka sangat memperhatikan penipuan SIM Swap dan mengungkapkan kekecewaannya ketika dua karyawannya tidak mengikuti prosedur pemeriksaan keamanan yang ajeg meskipun diberi pelatihan wajib dan diperkuat oleh pengingat reguler.

Sebelumnya, di beberapa negara, penipuan SIM Swap digunakan oleh scammer untuk menelepon dan mengirim pesan teks ke nomor premium untuk menimbulkan tagihan telepon seluler yang besar. Namun sekarang karena lebih banyak layanan online menggunakan otentikasi dua faktor, yang membutuhkan pesan teks untuk dikirim ke telepon seluler sehingga cara ini  lebih berisiko.

Olga dari Buckinghamshire harus kehilangan 2.000 pound yang diambil dari rekening banknya, setelah seorang penipu berhasil berhasil meminta SIM pengganti nomor ponselnya tanpa sepengetahuannya tentang hal tersebut.

Sumber: BBC

Sumber Foto: The Guardian