Twitter Hapus 10.000 Akun Otomatis

Twitter telah menghapus lebih dari 10.000 akun otomatis yang memposting pesan yang membuat orang enggan memilih pada pemilihan AS. Akun tersebut seolah-olah dari Partai Demokrat dan partai tersebut menandai tweet menyesatkan dan melaporkannya ke Twitter. Juru bicara Twitter mengatakan bahwa mereka telah mengambil tindakan pada akun dan aktivitas yang relevan di Twitter.

Menurut tiga sumber yang akrab dengan peristiwa tersebut, Twitter menghapus lebih dari 10.000 akun. Jumlah ini kecil mengingat Twitter sebelumnya telah menghapus jutaan akun yang dituduh bertanggung jawab untuk menyebarkan informasi yang salah dalam pemilihan presiden AS tahun 2016.

Penghapusanh akun tersebut merupakan kemenangan awal bagi upaya yang belum pernah dilakukan sebelumnya oleh Democratic Congressional Campaign Committee atau DCCC sebuah kelompok yang mendukung wakil-wakil Demokrat yang mencalonkan diri untuk Dewan Perwakilan AS.

DCCC meluncurkan upaya tahun ini sebagai tanggapan atas ketidakmampuan partai Demokrat untuk menanggapi jutaan akun di Twitter dan platform media sosial lainnya yang menyebarkan informasi negatif dan salah tentang calon presiden Demokrat Hillary Clinton dan kandidat partai lainnya pada tahun 2016. Sementara prevalensi kampanye misinformasi sejauh ini tidak begitu marak dalam menjelang pemilihan Kongres pada 6 November, Demokrat berharap operasi penandaan akan membantu mereka bereaksi dengan cepat jika ada kebingungan pesan seperti itu dalam beberapa hari mendatang.

Tweet tersebut termasuk tweet yang mendorong para pemilih Demokrat untuk tidak memilih dan mengatakan bahwa itu akan menenggelamkan suara perempuan. DCCC mengembangkan sistemnya sendiri untuk mengidentifikasi dan melaporkan akun-akun otomatis yang berbahaya di media sosial.

Sistem ini dibangun sebagian dari alat yang tersedia untuk publik yang dikenal sebagai Hoaxley dan Botometer yang dikembangkan oleh para peneliti komputer Universitas Indiana. Alat tersebut memungkinkan pengguna untuk mengidentifikasi akun otomatis, juga dikenal sebagai bot, dan menganalisis bagaimana mereka menyebarkan informasi tentang topik tertentu.

Sumber: BBC, Reuters, dan The Guardian

Sumber Foto: BBC