Amazon dan Google Didesak untuk Mengikuti Pelarangan Aplikasi Anti-LGBT

Para pegiat pejuang gender berterima kasih kepada Apple karena telah menghapus sebuah aplikasi dari tokonya yang mereka katakan telah menstigma orang-orang LGBT. Aplikasi tersebut mempromosikan sebuah kelompok agama AS yang mengatakan praktik homoseksual berdosa dan bahwa para anggotanya harus membantu memanggil orang lain  kembali ke Alkitab yang mereka lahirkan secara alami. Toko Apple sekarang mengatakan aplikasi tersebut kinitidak tersedia, tetapi belum mengomentari masalah ini. Sementara Google dan Amazon terus menawarkan versi Android untuk aplikasi tersebut.

Organisasi Kristen yang terlibat dalam aplikasi tersebut, Living Hope Ministries, mengatakan kepada NBC News bahwa mereka berencana untuk menentang tindakan Apple tersebut. Organisasi yang berbasis di Arlington, Texas tidak terkait dengan gereja yang berbasis di Inggris dengan nama yang sama.

Aturan Apple menyatakan bahwa aplikasi tidak boleh menyertakan konten yang memfitnah, diskriminatif, atau kejam termasuk komentar tentang orientasi seksual.

Aplikasi Living Hope Ministries telah ada di iOS App Store selama beberapa tahun, tetapi ditandai sebagai oleh Truth Wins Out . Truth Wins Out merupakan organisasi kampanye nirlaba yang bermarkas di Chicago melawan homofobia. Organisasi ini juga meluncurkan petisi online terhadap aplikasi setelah pendiri grup mengklaim bahwa mereka telah dipersulit staf Apple ketika mengeluhkan keberadaan aplikasi pada platform Apple. Aplikasi tersebut kemudian dihapus.

Namun Google dan Amazon masih menyediakan aplikasi tersebut di toko mereka. Truth Wins Out mengatakan bahwa Google dan Amazon harus segera berhenti menjual dan mempromosikan aplikasi yang merendahkan martabat orang LGBT tersebut

Direktur eksekutif Living Hope Ministries, Ricky Chelette, mengatakan dia belum diberitahu sebelumnya bahwa aplikasi tersebut akan dihapus dari toko Apple dan menyangkal itu adalah organisasi kebencian.

BBC memahami bahwa Google berniat untuk meninjau produk dan akan menghapusnya jika percaya melanggar larangan terhadap konten yang memicu kebencian terhadap individu berdasarkan orientasi seksual atau identitas gender mereka. Amazon juga sedang menyelidiki masalah ini.

Sumber: BBC

Sumber Foto: Telegraph