Aturan Iklan Politik Facebook di Inggris Mulai Berlaku

Facebook telah mulai memberlakukan peraturan periklanan politik yang lebih ketat di Inggris. Aturan baru tersebut seharusnya berlaku pada 7 November yang lalu, tetapi ditunda ketika para wartawan dan peneliti menemukan kekurangan dalam sistem baru.

Dengan aturan baru tersebut, siapa pun yang menempatkan iklan politik di Facebook sekarang harus memverifikasi identitas dan lokasi mereka dan membuktikan siapa yang membayar untuk iklan tersebut. Perubahan telah dilakukan setelah skandal data Cambridge Analytica. Iklan politik yang berkaitan dengan kandidat, pemilihan umum, referendum dan penyebab politik semuanya dipengaruhi oleh aturan baru tersebut.

Orang yang membeli iklan harus memberikan identitas mereka dengan mengirimkan ID yang akan diverifikasi oleh pihak ketiga. Mereka juga harus menunjukkan bahwa mereka memiliki alamat di Inggris untuk menanggapi kode yang dikirim melalui pos. Iklan politik juga akan disimpan dalam catatan publik selama beberapa tahun.

Facebook mengatakan bahwa penegakan aturan pada iklan ini tidak akan pernah sempurna, tetapi mereka akan terus bekerja memperbaiki sistem dan teknologi untuk mencegah penyalahgunaa. Aturan baru ditunda setelah situs berita Business Insider dapat membeli iklan yang dinyatakan sebagai Dibayar oleh Cambridge Analytica.

Facebook mengatakan sejak peristiwa tersebut telah membuat perbaikan pada proses pengecekannya. Facebook sekarang akan meninjau apa yang orang ketik di kotak paid for dan akan membatasi berapa kali orang dapat mengedit deklarasi.

Facebook dipaksa untuk bertindak menyusul kontroversi tentang iklan yang ditampilkan selama kampanye pemilihan presiden AS 2016 dan referendum Uni Eropa di Inggris. Di Amerika Serikat, ribuan iklan dibeli oleh kelompok-kelompok Rusia yang mencoba membuat perpecahan. Facebook berada di bawah tekanan untuk memastikan hal yang sama tidak terjadi menjelang pemilihan paruh waktu bulan November yang lalu.

Sumber: BBC

Sumber Foto: The Verge