Australia Siapkan Sistem untuk Mengidentifikasi Drone

Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil Australia (Australia’s Civil Aviation Safety Authority, Casa) mengatakan akan memasang peralatan di bandara Australia mulai bulan depan. Peralatan yang disebut Drone hot spot memiliki sensor yang secara otomatis mengidentifikasi pesawat tanpa awak dan pilot mereka. Sistem tersebut telah direncanakan untuk beberapa waktu, tetapi kemudian menjadi topik hangat setelah adanya gangguan selama 72 jam yang disebabkan oleh drone di bandara Gatwick Inggris minggu lalu.

Pada tahun 2019 nanti, Australia juga akan memulai skema untuk mendaftarkan pemilik drone. Inggris juga akan memperkenalkan skema pada bulan November yang akan mengharuskan drone rekreasi seberat 250 gram atau lebih untuk didaftarkan.

Hampir 140.000 penumpang pesawat mengalami penundaan penerbanngan minggu lalu setelah laporan penampakan drone menyebabkan penundaan besar di Bandara Gatwick. Polisi Inggris masih mencari pelakunya, meskipun mereka juga telah meningkatkan kemungkinan bahwa laporan saksi tentang pesawat tersebut keliru.

Juru bicara Casa Peter Gibson mengatakan bahwa insiden yang terjadi di bandara Gatwick tersebut membuat perlunya kemampuan untuk mengindentifikasi drone. Sistem pengawasan akan dapat menemukan jenis drone yang diterbangkan, membaca nomor seri mereka dan mengetahui di mana pilot berada. Upaya untuk mengidentifikasi pilot akan dibantu oleh skema pendaftaran untuk pemilik drone komersial dan kasual.

Pihak berwenang di Australia telah menyatakan kekhawatiran tentang jumlah drone yang diterbangkan di daerah terlarang dalam beberapa bulan terakhir. Siapa pun yang melanggar peraturan dapat menghadapi denda hingga 10.000 dolar Australia serta pemeriksaan keamanan drone mereka.

Sumber: BBC

Sumber Foto: CNN