Dari Tahun 2010, Kominfo Blokir 883.348 Situs Porno

Prestasi pemerintah khususnya Kominfo dalam melakukan pemblokiran bisa diacungi jempol karena sejak tahun 2010 hingga 2018, Kominfo telah memblokir 883.348 situs porno di internet.  Untuk tahun 2018 saja, Kominfo telah memblokir hampir satu juta situs yang memuat konten negatif secara keseluruhan.

Plt. Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu kepada Kompas Com mengatakan bahwa selama tahun 2018, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah melakukan pemblokiran terhadap 961.456 situs yang memuat konten negatif. Dari jumlah tersebut telah dilakukan normalisasi sebanyak 430 situs karena adanya klarifikasi dari pemilik situs dan kepatuhan terhadap aturan yang ada.

Berdasarkan data sampai November 2018, lanjut Nando, situs pornografi masih menjadi yang paling banyak diblokir oleh Kementerian Kominfo. Total sebanyak 106.466 situs yang mengandung konten pornografi ditutup karena adanya aduan dari masyarakat ataupun permintaan lembaga.

Jumlah tersebut menjadikan keseluruhan situs pornografi yang telah diblokir sebanyak 883.348 situs sejak tahun 2010. Peringkat kedua dan ketiga situs yang terbanyak diblokir di tahun 2018 adalah situs perjudian dan penipuan. Masing-masing sebanyak 63.220 untuk situs perjudian dan 2.639 untuk situs penipuan. Untuk situs yang mengandung konten terorisme, radikalisme dan separatisme, sudah dilakukan pemblokiran sebanyak 298 situs sepanjang tahun 2018.

Selain memblokir situs berkonten negatif, pihaknya juga turut mengawasi dan melakukan pemblokiran terhadap akun media sosial. Akun platform media sosial yang paling banyak diblokir selama 2018 adalah Facebook dan Instragram. Berdasarkan database Penanganan Konten, sebanyak 8.903 akun Facebook dan Instagram telah diblokir karena memuat konten negatif. Sementara itu, jumlah akun media sosial Twitter yang telah diblokir sebanyak 4.985. Adapun YouTube sebanyak 1.689 akun. Sedangkan akun file sharing yang telah diblokir sebanyak 517, Telegram sebanyak 502 akun, akun Line dan BBM masing-masing 18 dan 5 akun.

Nando menegaskan bahwa pemblokiran situs dan akun medsos ini sudah sesuai dengan Undang-Undang No 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sumber: Kompas Com

Sumber Foto: Yahoo