Facebook Abaikan Pengeluaran Anak-anak Tanpa Seizin Orangtua

Sekelompok dokumen internal telah mengungkapkan bagaimana Facebook khawatir terhadap anak-anak yang menghabiskan banyak uang untuk pembayaran dalam aplikasi tanpa izin orangtua mereka, tetapi tampaknya memilih untuk tidak bertindak.

Diskusi (internal) di Facebook menunjukkan perusahaan tersebut memutuskan untuk tidak menerapkan perlindungan tertentu karena dapat memengaruhi pendapatan keseluruhan dari orang yang membayar untuk permainan.

Dokumen-dokumen tersebut merupakan bagian dari gugatan yang diselesaikan pada tahun 2016, setelah Facebook setuju untuk mengubah praktiknya. Antara Februari 2008 dan Juni 2014, Facebook mengatakan mereka memperoleh lebih dari 34 juta dollar AS dari akun milik anak di bawah umur di Amerika Serikat.

Informasi tersebut tak pernah dibuka sampai Center for Investigative Reporting baru-baru ini membuat permintaan agar mereka dipublikasikan. Pekan lalu seorang hakim memerintahkan Facebook untuk memberikan materi tambahan.

File-file tersebut menunjukkan diskusi antara karyawan Facebook tentang bagaimana pembayaran dalam aplikasi terjadi dalam platform dan apakah anak-anak mungkin tanpa disadari menghabiskan uang sungguhan selama permainan.

Tara Stewart, seorang analis risiko untuk Facebook, mengatakan bahwa mata uang dalam game sering tidak selalu terlihat seperti uang sungguhan untuk anak di bawah umur. Penyelidikan diminta oleh pengembang game Finlandia Rovio.

Ia mengatakan kepada Facebook bahwa pihaknya telah memperhatikan tingkat pengembalian yang sangat tinggi yang disebabkan oleh apa yang dikenal sebagai friendly fraud. Istilah ini biasanya merujuk pada contoh ketika orang tua mengetahui bahwa seorang anak telah menggunakan kartu kredit mereka untuk membeli fitur atau add-on di permainan.

Sumber: BBC

Sumber Foto: Guardian NG