Facebook Hapus Iklan Britain First

Iklan petisi Britain First yang bertujuan untuk menghentikan pembangunan masjid di Maidstone, Kent, muncul di Facebook selama periode Natal, meskipun kelompok itu dilarang oleh Facebook. Tiga iklan dan satu halaman tempat iklan tersebut berasal sekarang telah dihapus setelah BBC News menghubungi Facebook.

Political Gamers TV tempat iklan tersebut berasal mengatakan hal tersebut tidak adil karena mereka tidak memiliki hubungan langsung dengan Britain First dan hanya melaporkan kegiatannya. Britain First mengatakan pihaknya menggugat akan Facebook karena diskriminasi politik.

Political Gamers TV mengatakan kepada BBC News bahwa jika ada iklan berbayar mereka yang bertentangan dengan kebijakan Facebook, mengapa mereka disetujui oleh Facebook selama proses peninjauan yang dilalui semua iklan. Iklan pertama kali terlihat dan dilaporkan ke Facebook sebagai ucapan kebencian oleh pengguna Brian Whelan pada 2 Januari dan ia menerima tanggapan standar dari Facebook yang mengatakan bahwa halaman tersebut tidak bertentangan dengan standar komunitas khusus Facebook. Sehari kemudian, ketika BBC menghubungi Facebook mereka telah berubah pikiran.

Facebook mengucapkan terima kasih kepada BBC karena membawa halaman Political Gamers TV menjadi perhatian mereka karenag melanggar kebijakan dan sekarang telah dihapus. Facebook mendesak pengguna untuk menggunakan alat pelaporan jika mereka menemukan konten yang mereka yakini melanggar standar komunitas sehingga Facebook dapat terus mengambil tindakan yang sesuai seperti sekarang ini.

Facebook melarang Britain First pada bulan Maret 2018 yang lalu dan menghapus halaman pemimpin dan wakilnya karena melanggar standar komunitasnya.

Dalam sebuah pernyataan tentang perkembangan terbaru, kelompok tersebut menuduh Facebook terlalu terlibat dalam politik. Mereka mengatakan bahwa Facebook menyensor Britain First dan menghapus 2,7 juta pendukung mereka. Sekarang, Facebook dengan sengaja menargetkan siapa saja yang memposting konten yang mendukung Britain First.

Sumber: BBC

Sumber Foto: The Verge