Facebook Tingkatkan Usaha Moderasi dan Perangi Berita Palsu

Facebook, jejaring sosial terbesar di dunia, memiliki daftar tantangan yang panjang. Mulai dari campur tangan pemilu dan berita palsu hingga tuduhan penyalahgunaan data dan sensor. Kini, perusahaan raksasa teknologi tersebut berusaha menunjukkan kepada para pembuat undang-undang dan penggunanya yang hampir 2,3 miliar bahwa mereka serius untuk mengatasi masalah ini.

Pada hari Senin yang lalu Facebook mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang dewan independen yang dibentuknya yang dapat membalikkan keputusan perusahaan sendiri tentang konten apa yang ditinggalkan atau ditariknya. Perusahaan meminta umpan balik dari lembaga think tank, peneliti, dan kelompok lain mengenai bagaimana dewan tersebut bisa disusun. Facebook secara khusus mencari ide tentang bagaimana dewan bisa bekerja, jenis kasus apa yang mungkin didengarnya dan bagaimana hal itu dapat menangani perbedaan budaya.

Dewan tersebut dapat terdiri dari 40 anggota yang masing-masing akan melayani selama tiga tahun, meskipun perusahaan dapat memperluas atau mengurangi ukuran dan lamanya masa layanan mereka. Facebook juga menguraikan cara-cara yang dilakukannya lebih banyak untuk memerangi informasi yang salah dan campur tangan pemilihan menjelang pemilihan Parlemen Eropa pada bulan Mei. Upaya-upaya tersebut termasuk peluncuran alat yang melacak iklan politik secara global dan pendirian pusat operasi regional di kantor-kantor Facebook di Dublin dan Singapura untuk menggagalkan berita palsu, pidato kebencian dan penindasan pemilih sebelum pemilihan.

Langkah tersebut dilakukan ketika Facebook berupaya membangun kembali kepercayaan pengguna setelah serangkaian skandal, termasuk pengungkapan bahwa Cambridge Analytica, sebuah konsultan politik Inggris, memanen data sebanyak 87 juta pengguna tanpa izin mereka. Para eksekutif Facebook, termasuk CEO Mark Zuckerberg dan COO Sheryl Sandberg, telah diseret di depan Kongres untuk bersaksi tentang masalah privasi. Mereka menghadapi seruan untuk peraturan lebih lanjut, Facebook juga di bawah tekanan untuk menunjukkan bahwa upayanya untuk memerangi berita palsu dan campur tangan pemilu benar-benar berhasil.

Sumber: CNet

Sumber Foto: The Guardian NG