Hak Untuk Dilupakan Paksa Google Menghapus Hasil Pencarian Terkait Kelalaian Medis

Pengadilan distrik Amsterdam telah memaksa Google untuk menghapus hasil pencarian yang berkaitan dengan penangguhan medis ahli bedah Belanda di masa lalu. Penangguhan awal terhadap praktik dokter tersebut kemudian dikurangi menjadi penangguhan bersyarat pada kasus banding, tetapi informasi yang ketinggalan zaman masih ada di hasil pencarian Google. Putusan tersebut dianggap sebagai pertama kalinya hasil pencarian yang berkaitan dengan kelalaian medis telah dihapus dalam hampir lima tahun sejak Uni Eropa pertama kali menetapkan hak untuk dilupakan bagi warganya.

Hal yang menjadi masalah adalah tautan ke situs web yang berisi daftar hitam tidak resmi dokter yang ditangguhkan (prakteknya). Dokter bedah Belanda tersebut sebelumnya terpaksa mengalami pendaftaran medisnya ditangguhkan, tetapi ini kemudian diubah menjadi penskorsan bersyarat (yang berarti ia masih bisa praktek) setelah permohonan banding berhasil. Hakim melihat kepada cara hasil pencarian Google yang masih mengembalikan tautan ke informasi yang sudah ketinggalan zaman di situs daftar hitam tidak resmi ini yang menyarankan bahwa dokter tersebut tidak boleh memperlakukan orang dalam kapasitasnya sebagai dokter.

Google dan pengawas privasi data Belanda, Autoriteit Persoonsgegevens, pada awalnya menolak permintaan tersebut dengan alasan bahwa masa percobaan dokter bedah yang berlanjut berarti bahwa hasil pencarian masih relevan, tetapi keputusan ini dibatalkan Juli lalu oleh pengadilan distrik. Kasus yang kemudian mencuat tersebut kini  menimbulkan masalah baru apakah keputusan tersebut harus diumumkan. Sejak itu, pengacara ahli bedah tersebut telah berusaha untuk menghapus 15 dokter lagi dari daftar hitam tersebut.

Sumber: The Verge, The Guardian

Sumber Foto: The Telegraph