Iklan Jelek Diblokir Secara Global

Bulan Juli nanti atau tepatnya pada tanggal 9 Juli 2019, Google Chrome akan mengambil kendali iklan daringnya secara global ketika mereka mulai melakukan penegakan Better Ads Standards di seluruh dunia,  sebuah panduan yang dikembangkan untuk mencegah iklan online yang mengganggu.

The Coalition for Better Ads, kelompok industri yang merancang standar dan Google merupakan salah satu anggota, mengatakan akan memperpanjang program sertifikasi, di mana penerbit web berjanji untuk tidak menampilkan iklan yang mengganggu seperti pop-up di seluruh dunia. Program ini telah berjalan di Amerika Utara dan Eropa sejak tahun lalu. Kelompok tersebut mengatakan mereka mengharapkan program kepatuhannya akan aktif di tempat lain pada Mei 2019 nanti.

Ben Galbraith dari Google mengatakan akan memperpanjang penegakan iklan segera setelahnya. Google akan berhenti menampilkan semua iklan di situs di negara mana pun yang berulang kali menampilkan iklan yang mengganggu ini.

Google telah memulai penyaringan iklan pada Februari tahun lalu, meskipun hal tersebut tidak banyak membantu. Pada awal 2019, Galbraith mengatakan, dua pertiga penerbit yang melanggar aturan sekarang sesuai dengan garis batas dan dari jutaan situs web yang diteliti, kurang dari 1 persen telah terpukul dengan filter iklan Google.

Hal tersebut mungkin karena Better Ads Standards tidak terlalu menuntut untuk diterapkan. Lagipula, ini adalah peraturan mandiri industri. Better Ads Standards tidak menyukai berbagai format iklan yang sangat dibenci orang. Pada perangkat seluler, ini termasuk iklan pop-ups, prestitial ads, halaman seluler dengan kepadatan iklan lebih dari 30%, flashing animations, iklan awal yang membutuhkan hitungan mundur untuk diberhentikan, fullscreen scrollover ads, iklan tempel besar, dan memutar video secara otomatis dengan suara. Untuk di dekstop, iklan jelek terdiri dari pop-ups, memutar video secara otomatis dengan suara, iklan awal dengan hitungan mundur, dan iklan tempel besar.

Google tidak sendirian dalam upayanya mempertahankan model bisnis yang didukung iklan. Mozilla, yang masih mendapatkan sebagian besar pendapatannya dari kemitraan mesin pencari, tahun lalu mengatakan akan mengambil langkah lebih aktif untuk memfilter iklan mengganggu di browser Firefox-nya. Sementara itu, browser Opera menyertakan pemblokir iklan bawaan.

Google telah memulai cara-cara untuk mengekang perilaku iklan yang buruk atau setidaknya mengurangi paparan orang terhadap iklan yang buruk, sejak tahun 2009. Saat itu mereka memperkenalkan Ad Preferences Manager untuk memberikan kepada para pemegang akun Google kontrol terhadap iklan-iklan yang ditampilkan oleh Google.

Sumber: The Register

Sumber Foto: Shutterstock