Perusahaan Besar Tempatkan Iklan di Aplikasi Pelecehan Anak

Bukti terbaru menunjukkan bahwa iklan untuk perusahaan besar telah ditempatkan di aplikasi pelecehan anak melalui Google dan jaringan iklan Facebook. Hal ini  telah menghasilkan seruan baru bagi raksasa teknologi untuk menghadapi peraturan yang lebih ketat. Aplikasi yang terlibat dulu tersedia di Google Play Store untuk perangkat Android dan mengarahkan pengguna ke grup WhatsApp yang berisi konten ilegal.

Facebook dan Google mengatakan mereka telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah tersebut. Tetapi badan amal NSPCC Inggris menginginkan regulator baru untuk memantau upaya mereka tersebut.

Tony Stower, kepala keamanan internet pada kampanye perlindungan anak mengatakan bahwa WhatsApp tidak melakukan cukup usaha untuk menghentikan penyebaran gambar pelecehan seksual anak pada aplikasinya. Ia menambahkan bahwa sudah terlalu lama perusahaan teknologi dibiarkan sendiri dan gagal menjaga anak-anak tetap aman.

Badan amal NSPCC Inggris meyakini bahwa pengawas dengan kekuatan untuk mengenakan denda besar akan memberi perusahaan teknologi insentif yang dibutuhkan untuk merekrut lebih banyak staf dan menghabiskan lebih banyak usaha untuk mengatasi masalah tersebut.

Dilaporkan bahwa teknologi periklanan otomatis Google dan Facebook telah menempatkan iklan untuk nama-nama rumah tangga di total enam aplikasi yang memungkinkan pengguna mencari grup WhatsApp untuk bergabung, sebuah fungsi yang tidak diizinkan oleh layanan obrolan dalam aplikasinya sendiri. Dengan menggunakan perangkat lunak pihak ketiga, dimungkinkan untuk mencari grup yang berisi materi yang melanggar. Pencarian kata “child” membawa tautan untuk bergabung dengan grup yang jelas-jelas mengisyaratkan tujuan mereka adalah untuk berbagi foto dan video ilegal.

Merek yang iklannya ditampilkan hasil pencarian ini termasuk Amazon, Microsoft, Sprite, Dyson, dan Western Union. Roi Carthy, kepala pemasaran AntiToxin mengatakan kepada BBC bahwa aplikasi berbagi tautan sangat mudah ditemukan dan diunduh di Google Play.

Setelah artikel pertama diterbitkan, Google menghapus aplikasi pencarian grup dari tokonya. Juru bicara Google mengatakan bahwa mereka memiliki pendekatan tanpa toleransi terhadap materi pelecehan seksual anak dan menyelidiki secara menyeluruh segala klaim terkait hal tersebut. Segera setelah Google mengetahui aplikasi tautan grup WhatsApp ini menggunakan layanannya, Google menghapusnya dari Play store dan menghentikan iklan. Google menambahkan bahwa aplikasi tersebut menghasilkan pendapatan iklan yang sangat sedikit dan mereka mengakhiri akunnya dan mengembalikan uang pengiklan sesuai dengan kebijakan Google.

Sumber: BBC

Sumber Foto: Neo Tech