Jam Pintar Anak-anak Ditarik Karena Kekhawatiran terhadap Data

 

Komisi Eropa telah memerintahkan penarikan jam tangan pintar anak-anak karena membiarkan mereka terbuka untuk dihubungi dan ditemukan oleh para penyerang. Dalam peringatan penarikan, Komisi Eropa mengatakan perangkat Enox Safe-Kid-One menimbulkan risiko serius. Data yang dikirim ke dan dari jam pintar tersebut tidak terenkripsi sehingga data dapat dengan mudah diambil dan diubah.

Enox mengatakan keputusan tersebut berlebihan dan menambahkan bahwa pihaknya mengajukan banding terhadap putusan itu. Penarikan kembali dipercaya sebagai yang pertama dikeluarkan karena suatu produk tidak melindungi data pengguna.

Dalam peringatannya, Komisi Eropa mengatakan bahwa seorang pengguna jahat dapat mengirim perintah ke jam pintar sehingga bisa membuatnya memanggil nomor lain yang dipilihnya, dapat berkomunikasi dengan anak yang memakai perangkat atau menemukan anak tersebut melalui GPS. Alasan ini telah mengarahkan otoritas publik di seluruh Eropa untuk menarik kembali produk dari pengguna akhir.

Pendiri Enox Ole Anton Bieltvedt mengatakan kepada BBC bahwa jam pintar tersebut telah lulus tes yang dilakukan oleh regulator Jerman tahun lalu yang memungkinkannya untuk dijual. Menurutnya, versi yang diuji Komisi Eropa tidak lagi dijual. Enox berencana untuk mengajukan banding dengan regulator perlindungan konsumen Islandia yang telah mengeluhkan jam tangan tersebut kepada Komisi Eropa.

Perangkat Enox dilengkapi dengan GPS, mikrofon, dan speaker dan memiliki aplikasi pendamping yang memungkinkan orang tua mengawasi lokasi pemakainya dan menghubungi mereka.Tes oleh peneliti keamanan pada jam tangan pintar populer yang ditujukan untuk anak-anak tahun lalu mengungkapkan beberapa kekurangan.

Para ahli keamanan menemukan bahwa sangat mudah untuk melacak anak-anak karena jam tangan pintar tersebut melakukan pekerjaan yang buruk dalam mengenkripsi data atau memeriksa siapa yang mencatat informasi. Pada November 2017, Jerman melarang jam tangan pintar untuk anak-anak dan mengatakan mereka sebagai perangkat mata-mata.

Sumber: BBC

Sumber Foto: DNA India