Polisi Geledah Tersangka Penyerang Situs Inggris

Polisi Inggris telah menyita lebih dari 60 komputer dan gadget lain yang diduga digunakan untuk melakukan serangan web. Penggerebekan tersebut merupakan bagian dari operasi internasional yang menargetkan pelanggan Webstresser yang oleh Europol disebut pasar terbesar dunia untuk distributed denial of service attacks. Situs ini ditutup dan operator yang dicurigai ditangkap pada bulan April tahun lalu.

National Crime Agency (NCA) Inggris mengatakan pihaknya merencanakan tindakan lebih lanjut terhadap 400 tersangka pelanggan UK Webstresser lainnya. Europol mengatakan Webstresser telah membantu meluncurkan lebih dari empat juta serangan DDoS dengan menyalurkan data dalam jumlah besar dengan target untuk membuat situs offline dan memiliki lebih dari 151.000 pelanggan terdaftar. Harga untuk membombardir situs web mulai cukup murah, yaitu mulai dari 15 euro per bulan.

NCA mengatakan pihaknya telah mengeluarkan pemberitahuan gencatan dan penghentian serangan kepada banyak orang dari siapa mereka menyita gadget. Peringatan tersebut memperingatkan tindakan hukum di masa depan, jika penerima terus melakukan serangan web.

Jim Stokley, wakil direktur unit kejahatan cyber nasional NCA mengatakan bahwa tindakan yang diambil menunjukkan bahwa meskipun pengguna berpikir bahwa mereka dapat bersembunyi di balik nama pengguna dan mata uang kripto, hal tersebut tidak memberikan anonimitas. NCA telah mengidentifikasi tersangka lebih lanjut yang terhubung ke situs dan akan terus mengambil tindakan.

Tindakan terhadap pelanggan Webstresser adalah bagian dari dorongan internasional yang lebih luas terhadap situs yang diduga menyediakan layanan serangan DDoS. Pada bulan Desember tahun lalu pasukan polisi AS mendakwa tiga orang yang dituduh menjalankan layanan DDoS. Polisi AS juga menutup 15 situs yang diduga menawarkan layanan serupa.

Polisi Rumania juga telah menutup dua lokasi tersangka DDoS lainnya dan berencana untuk berbagi informasi yang disita selama penggerebekan tentang pelanggan merekal. Pakar keamanan independen Brian Krebs mengatakan organisasi keamanan cyber profesional telah mengkritik tindakan terkoordinasi terhadap mereka yang menjalankan layanan DDoS atau booter dan pelanggan mereka.

Menurutnya sebagian besar dari kedua kelompok tersebut adalah pria muda di bawah usia 21 dan menggunakan layanan booter untuk menyelesaikan perselisihan kecil terkait game online. Ia menyarankan sebagai gantinya, meminta polisi untuk menangani penjahat cyber yang lebih serius.

Sumber: BBC

Sumber Foto: BBC