Anak-anak Muda Beli Obat Terlarang via Aplikasi Media Sosial

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa aplikasi media sosial semakin sering digunakan oleh anak-anak muda untuk membeli obat-obatan terlarang. Penelitian, dari Royal Holloway, University of London, tersebut mengatakan pengguna narkoba menghargai kenyamanan dan kecepatan membeli obat melalui aplikasi seperti Snapchat. Penelitian ini memperingatkan bahwa pembeli berisiko dalam hal keamanan pribadi dan kualitas obat dan bahwa membeli obat terlarang via aplikasi media sosial memiliki keamanan palsu untuk melarikan diri dari penegakan hukum.

Penelitian tersebut juga mengisyaratkan bahwa mendidik anak-anak muda tentang risiko (obat terlarang) adalah penting dan mendesak. Studi ini memperingatkan banyak yang menyangkal risiko membeli obat terlarang via aplikasi media sosial karena secara keseluruhan, pengguna aplikasi memiliki narasi yang terlatih dengan baik yang membenarkan kepercayaan mereka sehingga terus-menerus dalam membelinya dari pemasok yang tidak dikenal di aplikasi.

Sebagian besar pengguna ini berada di Inggris, Australia, Kanada, dan AS dan usia rata-rata peserta adalah 18 tahun. Para peneliti juga melakukan wawancara tatap muka dengan 20 anak muda dan wawancara mendalam dengan 27 orang lainnya.

Penelitian menemukan bahwa walaupun persediaan sosial obat-obatan melalui teman masih lebih disukai, namun aplikasi cepat menjadi pilihan yang layak untuk mengakses narkoba. Dari 358 peserta online, 76% mengatakan mereka secara teratur menggunakan Snapchat, sementara 21% memilih Instagram.

Pertanyaannya adalah mengapa orang menggunakan aplikasi untuk mencari obat? Studi ini menemukan bahwa kenyamanan mengatur transaksi adalah keuntungan yang paling sering dilaporkan, dengan 79% memberikan alasan ini sebagai alasan untuk menggunakan aplikasi.

Salah seorang peserta penelitian, Alex, 27 tahun mengatakan kepada para peneliti bahwa rasanya aman, lebih mudah dan dua kali lebih cepat daripada mencoba untuk mengantre untuk membeli obat seperti biasanya. Obat-obatan (terlarang) tersebut muncul dengan orangnya dan ia membayarnya dan tak perlu berpikir macam-macam lagi.

Zach, 22 tahun mengatakan bahwa membeli obat-obatan terlarang via aplikasi media sosial sepertinya cara sederhana dan modern untuk membeli obat-obatan. Ia cukup muak dengan pasar gelap karena ia tidak pernah benar-benar mendapatkannya karena harus selalu punya teman untuk membantu untuk mendapatkan (obat-obatan terlarang) tersebut.

Sementara 59% dari pengguna ini menghargai kecepatan mereka membeli obat, 35% menyukai kenyataan bahwa aplikasi menawarkan akses ke zat yang sebelumnya tidak dapat mereka dapatkan.

Sumber: BBC

Sumber Foto: The Telegraph