Facebook, Twitter, dan Google Belum Berusaha Cukup Keras Melawan Disinformasi

Pejabat Uni Eropa dalam sebuah pernyataan yang dirilis minggu lalu menyatakan bahwa Facebook, Twitter, dan Google masih belum melakukan cukup banyak hal untuk memerangi disinformasi yang terjadi pada platform mereka.

Sebagai bagian dari rencana untuk memerangi disinformasi di media sosial, perusahaan tersebut menandatangani proposal sukarela untuk mengatasi masalah tahun lalu, yang termasuk membuat rencana untuk meningkatkan transparansi dan melawan akun palsu. Komisi Eropa sekarang mempublikasikan laporan kemajuan bulanan tentang topik tersebut dan telah merilis yang pertama yang mencakup bulan Januari 2019.

Dalam pernyataan tersebut para pejabat Uni Eropa mengkritik tanggapan perusahaan seperti Facebook, Google dan Twitter dengan mengatakan bahwa mereka perlu melihat lebih banyak kemajuan.

Pernyataan tersebut menyatakan bahwa platform belum memberikan detail yang cukup yang menunjukkan bahwa kebijakan dan alat baru sedang dikerahkan tepat waktu dan dengan sumber daya yang memadai di semua negara anggota Uni Eropa. Laporan yang diberikan perusaan terlalu sedikit memberikan informasi tentang hasil aktual dari tindakan yang telah diambil.

Facebook, Twitter, dan Google masing-masing dipilih karena tidak memberikan informasi yang cukup dalam laporan mereka kepada para pejabat yang mengatakan dalam pernyataan bahwa mereka tetap prihatin dengan situasi tersebut. Pernyataan itu menekan platform untuk bergerak lebih cepat menjelang pemilihan Parlemen Eropa di bulan Mei nanti.

Para pejabat di UE dan Amerika Serikat terus mempertanyakan peran berita palsu dan campur tangan asing dalam memengaruhi pemilihan demokratis. Dalam sebuah artikel op-ed di The Guardian minggu lalu, komisioner Uni Eropa mengatakan bahwa jika tidak dilihat kemajuan jangka panjang yang memadai, Uni Eropa berhak untuk mempertimbangkan kembali opsi kebijakan, termasuk kemungkinan regulasi.

Sumber: The Verge

Sumber Foto: Guardian NG