GoFundMe Hentikan Kampanye Anti-Vaksin

Platform crowdfunding GoFundMe mengatakan bahwa mereka melarang kampanye mengumpulkan uang untuk mempromosikan kebohongan tentang vaksinasi.

Tahun ini Organisasi Kesehatan Dunia menambahkan keragu-raguan terhadap vaksin ke dalam daftar tahunan ancaman kesehatan. Puluhan anak telah terinfeksi campak dalam wabah baru-baru ini di New York dan Washington. Namun terlepas dari penyebaran penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin yang mengkhawatirkan, gerakan anti-vaksinasi telah menyebarkan informasi yang salah secara online sehingga YouTube, Facebook, Pinterest, Amazon, dan Instagram baru-baru ini mengambil langkah-langkah untuk memperlambat penyebaran kabar bohong terkait vaksin.

Namun minggu lalu, American Medical Association mendesak perusahaan-perusahaan dan perusahaan teknologi besar lainnya untuk berbuat lebih banyak untuk menghentikan kampanye anti-vaksinasi. American Medical Association mengutip penurunan tingkat vaksinasi yang dapat mengancam untuk menghapus kemajuan selama bertahun-tahun karena penyakit yang hampir dihilangkan dan dapat dicegah kembali mewabah.

GoFundMe tampaknya berusaha untuk memperlambat gerakan antivaksinasi ini. Situs crowdfunding ini menindak kampanye untuk menyebarkan kebohongan anti-vaksinasi. Juru bicara GoFundMe Bobby Whithorne mengatakan kampanye mengumpulkan uang untuk mempromosikan informasi yang salah tentang vaksin melanggar ketentuan layanan GoFundMe dan akan dihapus dari platform. Mereka sedang melakukan tinjauan menyeluruh dan akan menghapus kampanye apa pun saat ini di platform.

Laporan Daily Beast menunjukkan laporan terbaru mereka tentang kampanye anti-vaksinasi dan vaccine choice yang mengumpulkan setidaknya 170.000 dollar AS selama empat tahun terakhir, termasuk penggalangan dana untuk A Voice for Choice yang mengumpulkan 39.801 dollar AS dan penggalangan dana untuk aktivis anti-vaksinasi Larry Cook yang mengumpulkan uang sebesar 79.000 dollar AS.

Sumber: Gizmodo

Sumber Foto: Yahoo