Harga Data Seluler di India Lebih Murah

Sebuah penelitian terhadap seberapa banyak yang dibayarkan pengguna untuk data seluler menemukan bahwa Inggris memiliki harga termahal di Eropa. Penelitian dari situs perbandingan harga, Cable.co.uk, menemukan bahwa satu gigabyte (GB) data berharga 0,26 dollar AS (0,20 pound) di India, tetapi untuk jumlah yang sama harganya 6,66 dollar AS di Inggris. Amerika Serikat merupakan negara dengantarif paling mahal, yaitu harga rata-rata sebesar 12,37 dollar AS untuk jumlah data yang sama.

Analis telekomunikasi Cable, Dan Howdle mengatakan bahwa meskipun pasar Inggris merupakan pasar yang sehat, penelitian telah mengungkap bahwa negara-negara Uni Eropa seperti Finlandia, Polandia, Denmark, Italia, Austria dan Prancis membayar sebagian kecil dari apa yang dibayar di Inggris untuk penggunaan data yang serupa.

Studi ini membandingkan penetapan harga data seluler di 230 negara di seluruh dunia. Inggris berada di peringkat 136 dalam daftar. Rata-rata harga data seluler secara global adalah 8,53 dollar AS untuk 1GB. Data seluler termurah di Eropa Barat adalah di Finlandia dengan harga rata-rata 1,16 dollar AS untuk 1GB data. Denmark, Monaco, dan Italia semuanya menawarkan paket di bawah 2 dollar AS. Ada 15 negara di Eropa Barat yang memiliki harga lebih murah daripada Inggris.

Di Eropa Timur, Polandia adalah negara dengan harga data seluler termurah, yaitu 1,32 dollar AS per gigabyte, diikuti oleh Rumania 1,89 dollar AS dan Slovenia 2,21 dollar AS. Zimbabwe adalah negara paling mahal untuk membeli data seluler dengan biaya rata-rata 1GB sebesar 75,20 dollar AS.
Afrika memiliki harga termurah dan termahal, dengan Rwanda, Sudan dan Republik Demokratik Kongo semuanya menawarkan harga data kurang dari 1 dollar AS per 1GB, tetapi Equatorial Guinea dan Saint Helena sama-sama mengenakan biaya lebih dari 50 dollar AS per gigabyte. Negara-negara Asia membentuk setengah dari 20 negara termurah, dengan hanya Taiwan, China, dan Korea Selatan yang mengenakan biaya lebih dari rata-rata global.

Sumber: BBC

Sumber Foto: The Guardian