Kasus Kekerasan terhadap Perempuan di Dunia Maya

Komnas Perempuan mencatat bahwa sepanjang 2017 terdapat tak kurang dari 97 laporan kasus kekerasan terhadap perempuan di dunia maya. Bentuknya berbagai macam, mulai dari cyber-grooming, cyber harassment, hacking, illegal content, infringement of privacy, malicious distribution, online defamation hingga online recruitment. Angka pelaporan ini hanyalah puncak gunung es berbagai kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) yang belum terangkat ke permukaan.

Oleh karena merebaabknya kasus KBGO ini, maka pada tanggal 13 Maret 2019 yang lalu, bertempat di kantor Komnas Perempuan, berkumpul sekitar 20 organisasi mewakili sejumlah unsur masyarakat sipil, aparat penegak hukum dan pemerintah untuk merumuskan strategi bersama dan koordinasi dari berbagai belah pihak guna pencegahan dan penanganan kasus-kasus KBGO secara lintas sektor.

ICT Watch Indonesia turut hadir dalam bertemuan tersebut sebagai bagian dari inisiasi upaya di bagian hulu, yaitu pada tataran edukasi literasi digital. Dalam pertemuan yang digagas oleh SAFEnet tersebut, telah dipetakan prosedur tiap lembaga terkait penanganan kasus KBGO dan tantangannya. Dalam pertemuan berikutnya yang rencananya akan bergantian difasilitasi oleh Kominfo, salah satu agendanya adalah inisiasi tim koordinasi lintas sektor dan usulan kebijakan terkait.

Beberapa pihak yang hadir adalah dalam pertemuan tersebut adalah Direktorat Cyber Crime Kepolisian RI, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Direktorat Tata Kelola dan Subdit Pengendalian Konten Internet), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Komnas Perempuan, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, Forum Pengada Layanan, ICT Watch, INVOW, LBH APIK, LBH Jakarta, Never Okay Project, Siberkreasi, Yayasan Pulih, dan YLBHI.

Sumber Foto: Tinkstock Photos