Serangan Cyber Rusak Infrastruktur Nasional

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak serangan cyber pada instalasi utama telah berhasil membuat sistem tidak berfungsi selama dua tahun terakhir. Sebuah survei terhadap para profesional keamanan di enam negara, termasuk Inggris, oleh Ponemon Institute menemukan 90% instalasi nasional telah terkena serangan cyber dan setidaknya satu serangan yang berhasil.

Para ahli mengatakan hasil penelitian tersebut merupakan peringatan untuk industri yang sering tidak melaporkan serangan dan kerusakan yang terjadi. Para ahli menambahkan bahwa staf yang bertugas menjaga agar sistem infrastruktur penting tetap berjalan seringkali merahasiakan detailnya serangan demi alasan keamanan. Laporan tersebut juga menyimpulkan bahwa kurangnya sumber daya dan intelijen terkait serangan siber yang tanpa henti dan terus-menerus adalah keprihatinan terbesar industri ini.

Ponemon Institute, yang berspesialisasi dalam masalah keamanan cyber dan privasi, menggunakan jajak pendapat anonim untuk memeriksa lebih dari 700 profesional keamanan di AS, Inggris, Jerman, Australia, Meksiko dan Jepang yang bekerja untuk melindungi infrastruktur kritis.

Dari mereka yang merespons, sembilan dari 10 mengatakan organisasi tempat mereka bekerja telah dirusak oleh serangan cyber yang sukses dalam dua tahun terakhir. Banyak yang melaporkan terkena antara tiga dan enam insiden semacam itu.

Responden mengatakan sekitar setengah dari serangan yang berhasil telah mengakibatkan downtime sistem yang penting. Hal ini karena sistem penting dihilangkan sebagai bagian dari serangan atau operator harus mematikan sistem untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi.

Data tersebut juga mengungkapkan tema yang mengkhawatirkan, seperti kurangnya staf yang terampil atau rencana respons insiden yang tepat untuk mengurangi serangan.

Sumber: BBC

Sumber Foto: The Telegraph